Kamis, 18 Maret 2010

Kamu Tergantung Saya, Saya Tidak Tergantung Kamu

Apakah mungkin untuk menghentikan aspek-aspek ketergantungan dalam sistem internasional?
Menghentikan aspek-aspek ketergantungan dalam sistem internasional hampir sama mustahilnya dengan menghilangkan orang miskin pada suatu negara. Singkatnya, tidak mungkin. Jika diibaratkan pada suatu bangunan, harus ada yang berada di bawah agar bangunan tersebut dapat berdiri dan tetap seimbang. Dalam salah satu sumber yang pernah saya baca, negara-negara maju sedapat mungkin akan mempertahankan posisinya di atas untuk dapat membuat negara-negara berkembang terus bergantung padanya. Sementara bagi negara berkembang akan selalu bergerak lambat dan mengikuti dari belakang. Hal seperti ini akan terus berlangsung.

Salah satu teori yang dapat menjelaskan fenomena ini adalah teori dependensia. Dependensia sendiri dipahami sebagai:
“Suatu kondisi di mana keadaan ekonomi beberapa negara diatur oleh pembangunan dan ekspansi negara lain..., yang menempatkan negara dependen pada posisi belakang yang dieksploitasi oleh negara dominan” (http://www.scribd.com).

Menurut perbedaan spesialisasi produksi, negara dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu negara yang memproduksi barang pertanian dan negara yang memproduksi barang industri, kedua negara ini memiliki hubungan dagang dan menurut teori keduanya saling diuntungkan (http://www.bappenas.go.id). Tetapi dalam beberapa dasawarsa terlihat negara-negara yang menghasilkan barang Industri semakin kaya karena mempunyai keunggulan teknologi dan padat modal sedangkan negara pertanian semakin jauh tertinggal. Teori depedensi yang berlandaskan sterukturalisme berpandapat bahwa kemiskinan yang terdapat dinegara dunia ketiga adalah akibat struktur perekonomian dunia yang bersifat ekploitatif, dimana yang kuat melakukan ekploitasi terhadap yang lemah. Analisis terhadap teori dependensi ini secara umum tampak hanya mengangkat permasalahan tataran individual majikan-buruh ke tingkat antar negara, tapi analogi inilah yang paling mudah untuk menjelaskan ketergantungan dalam sistem internasional.
ECLA (Economic Commission on Latin America) dan UNCTAD (United Nations Conference on Trade and Development) mengamati tentang terjadinya ekspor barang mentah dari Negara Sedang Berkembang (NSB), yang kemudian diolah negara industri, dan akhirnya diekspor kembali oleh negara industri dalam bentuk barang jadi ke NSB. Ini menyebabkan suatu ketergantungan dari NSB kepada negara-negara industri, karena NSB tidak dapat mencukupi sendiri berbagai kebutuhannya. Beberapa dari NSB pada akhirnya dapat berkembang, namun hal itu hanya dapat terjadi apabila negara berkembang bergantung pada ekspor bahan mentah/hasil pertanian dari NSB (http://learning of.slametwidodo.com).

Dunia pasca Perang Dunia menciptakan jurang pemisah antara negara yang mampu bertahan dengan yang tidak mampu. Tidak semua negara mampu berswasembada, hubungan ketergantungan yang terjadi antara negara maju dengan negara-negara sedang berkembang mengakibatkan terciptanya suatu mekanisme dominasi dan sistem kapitalis dunia yang didasari pada faktor ekonomi akan selalu memaksa Negara Dunia Ketiga berada pada posisi yang lebih lemah. Globalisasi mau tidak mau harus dilalui oleh seluruh negara di dunia ini. Hubungan antar negara menjadi sedemikian penting pengaruhnya dan menjadi suatu keniscayaan apabila sebuah negara harus bekerjasama dengan negara lain bahkan lebih ekstrimnya lagi memerlukan bantuan negara lain. Keadaan ini tidak saja disebabkan karena negara-negara berkembang tidak mampu untuk berdiri sendiri, tetapi juga karena doktrin yang diterima membenarkan ketergantungan itu.
Berbagai faktor internal dan eksternal yang terjadi menyebabkan perkembangan yang dialami suatu negara berbeda dengan negara lainnya. Oleh karena itu, stagnasi ekonomi di NSB itu bukannya kekal melainkan sistem ketergantungan di dunia internasional itulah yang kekal.

REFERENSI

Adhitya Johan Rahmadan. Teori Moderenisasi dan Teori Ketergantungan dalam Konsep Perubahan Sosial. Diakses dari http://johanrahmadan.blogspot.com/2009/02/teori-moderenisasi-dan-teori.html. Pada tanggal 3 Desember 2009

Erika. Globalisme : Teori Dependensia dan Sistem Kapitalis Dunia. Diakses dari http://www.scribd.com/doc/23275948/Summary-Pihi-Viotti-kauppi-Globalisme-Teori-Dependensi-Dan-Teori-Sistem-Dunia. Pada tanggal 3 Desember 2009

Said Zainal Abidin. Pembangunan: Globalisasi dan Ketergantungan. Diakses dari http://www.bappenas.go.id/get-file-server/node/2951/. Pada tanggal 3 Desember 2009

Slamet Widodo. Ketergantungan dan Keterbelakangan. Diakses dari http://learning-of.slametwidodo.com/page/2/?s=dependensi. Pada tanggal 3 Desember 2009

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar