Tampilkan postingan dengan label Wunderkammer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wunderkammer. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 November 2010

Menjadi orang yang bahagia (edisi: si Warui)



Sebut saja dia Warui, dia itu seseorang yang lagaknya sok kuat.
Sok tegar, sok bisa melalui semuanya tanpa bantuan orang lain, sok gak pengen nangis. Pokoknya dia itu orangnya benar-benar sok, deh.
Padahal setiap hari kerjanya cuma bisa ngeluh aja. Hobinya menghela nafas panjang-panjang. Dia itu sebenarnya pengen diperhatikan, tapi dia gak mau bilang: ”Tolong perhatikan aku.”
Dia selalu gak puas dengan kehidupannya. Dia pernah bilang kalau dia pengen hidupnya berwarna. Melihat orang-orang disekitarnya bertukar cerita tentang hal yang mereka sukai dan mereka benci dengan sangat bersemangat, dia juga pengen kayak gitu.
Tapi dia bahkan gak punya sesuatu yang benar2 disukai, dan dia juga gak punya sesuatu yang benar2 dia benci. Dia itu seperti wadah yang kosong. Hampa. Gak ada isinya. Sampai dia pernah ngerasa kalau semua yang dimakan dan diminumnya gak terasa apa-apa lagi. Dia bahkan berkali-kali harus memasukkan makanan ke mulutnya dengan bantuan air putih, karena dia benar-benar gak bisa menelannya. Semuanya seperti mau dimuntahkan lagi.
Pelan-pelan dia mulai berpikir, pasti ada yang salah dengannya.
Dia gak punya sesuatu yang menarik dalam hidupnya.
Dia berkali-kali mau menceritakan tentang keanehannya itu sama seseorang. Tapi setiap kali dia mau cerita, seolah ada yang mencegahnya dan bilang ”Jangan bodoh! Kau kira mereka peduli?!”
Suatu hari dia kelepasan bicara, katanya dia ingin merasakan sesuatu dalam hidupnya yang datar. Dia mau ada sedikit rasa yang membuatnya sadar kalau dia itu memang hidup. Dia bilang: ”Aku mulai bosan, semuanya terlalu hambar. Aku mau sedikit ’rasa’. Pahit juga gak pa-pa”
Mungkin dia kualat atau apa. Satu persatu masalah datang menghampirinya dan menunggu untuk diselesaikan. Dia mulai kewalahan menghadapi masalah-masalah itu. Sampai akhirnya dia pernah satu atau dua kali meledak di depan seseorang, dia menangis sambil menceritakan masalahnya (salah satu dari beberapa masalahnya). Mungkin dia udah gak bisa menahannya lagi, mungkin udah terlalu menyesakkan baginya untuk disimpan sendiri.
Tapi selalu saja,
selalu saja setelah itu dia merasa menyesal. Dia menyesal udah kelihatan selemah itu di depan orang lain. Dia nyesal kenapa ada yang harus melihatnya menangis menyedihkan begitu. Dia nyesal kenapa dirinya bisa sebodoh itu memperlihatkan keadaan yang seolah minta dikasihani.
Dia menyesal dan selalu bertekad tak akan mengulangi perbuatan memalukan itu lagi. Tapi tekadnya itu yang malah membuat kondisinya semakin parah. Setiap kali dia merasa sudah hampir sampai pada batasnya, dia jadi bertanya-tanya...
Kenapa lagi-lagi dia mengeluh?
Kenapa lagi-lagi dia mencari seseorang yang mau mendengarkannya?
Kenapa lagi-lagi dia cengeng dan minta dikasihani?
Menyebalkan. Kenapa dirinya selemah ini? Kenapa selalu tak pernah puas?
Padahal dulu dia selalu merasa hampa, dan dia selalu menginginkan ada sedikit ’rasa’ dalam hidupnya. Tapi kenapa setelah dia diberi ’rasa’ yang dia cari itu, sekarang dia malah menyebut ’rasa’ itu sebagai masalah? Kemudian malah berkeluh kesah kesana-kemari?
Kenapa si Warui ini suka sekali mengeluh?
Kenapa dia gak pandai membuat dirinya sendiri bahagia?
Padahal Tuhan sudah memberikan begitu banyak anugerah padanya. Kenapa dia tak pernah berhenti sejenak memburu kebahagiaan itu, kenapa tidak berhenti sejenak untuk bersyukur?
Padahal sebenarnya untuk menjadi orang yang bahagia itu bisa dilakukan cukup hanya dengan mensyukuri apa yang sudah dia punya.
Tapi dia selalu merasa kurang, selalu saja merasa ada yang kurang. Tak pernah puas dengan apa yang dia punya.
Kenapa dia gak pernah mau mencoba bahagia dengan hal-hal kecil yang ada?
Padahal ’kan itu ada sangat banyak di sekitarnya.
Ada sangat banyak…
Banyak sekali…

Menjadi orang yang bahagia (edisi: ONIGIRI)

Waktu baca manga “Fruits Basket” karyanya Natsuki Takaya, aku dapat pencerahan (halah)
Gini, dalam manga itu ada tokoh bernama Kyo dan Yuki. Jadi dua anak cowok ini hobi banget berantem. Kalo ketemu kagak pernah akur. Kerjanya ngancurin rumah aja saking seringnya tonjok2an.

Usut punya usut, ternyata dua orang itu saling iri. Yuki iri sama Kyo yang punya sifat ceria n slalu bisa akrab sama orang lain. Beda banget sama Yuki yang pendiam. Eh, taunya si Kyo ini juga ngiri sama Yuki. Coz, si Yuki kan cakep, pinter lagi. Selalu jadi sumber kehisterisan cewek2 di skolahnya.

Nah, ada satu lagi tokoh yang namanya Toru. Dia bingung kenapa mereka berdua itu selalu bertengkar, padahal kan keduanya saling iri pada kelebihan lawannya masing2. Jadi, si Toru ini bilang. Mungkin aja letak kelebihan mereka itu sebenarnya ada di punggung.




Kayak onigiri.

Tau onigiri kan? Nasi kepal ala Jepang itu (kayak gambar yang di atas)

Onigiri punya umeboshi (bagian wana hitam yang lengket di nasi onigiri).
Jadi ceritanya umeboshi itu melekat dipunggung si onigiri. Makanya manusia itu kadang2 kayak onigiri, di setiap punggung kita sebenarnya ada umeboshi dengan berbagai macam bentuk, warna dan rasa. Tapi karena ada di punggung belakang, mungkin kita sendiri jadi gak bisa melihatnya n kadang itu bikin kita jadi kecil hati dan rendah diri. Kayak onigiri yang selalu merasa kalo dia gak punya apa2 dan dia gak lebih dari nasi putih biasa. Padahal sebetulnya di punggungnya ada umeboshi yang melekat. Padahal sebetulnya kita punya kelebihan di diri kita masing2.

Jadi jangan pernah buang2 waktu untuk berpikir menjadi orang lain. Karena sebenarnya hidup ini terlalu singkat untuk menjadi orang lain, kan?

Kalau kita iri sama orang lain, mungkin karena kita bisa lebih jelas melihat umeboshi punya orang itu. Sekarang pun mungkin ada yang iri pada sesuatu yang kita miliki, dan mungkin ada juga yang kagum sama kita, tapi kita gak menyadarinya. Mungkin kalau kita memikirkan hal itu, kita akan lebih bersemangat untuk menjadi diri kita sendiri.

Soalnya, kalau kita mau jadi orang yang bahagia dan bisa mencintai orang lain. Hal terpenting yang harus kita lakukan lebih dulu adalah menyukai diri sendiri.

NB: Tapi jangan terlalu sering melihat umeboshi-mu sendiri, nanti tanpa sadar kamu bisa berubah jadi orang yang dibenci loh

Jumat, 30 Juli 2010

The Turk (Orang Turki)

Boneka otomaton pemain catur yang diciptakan tahun 1769 oleh insinyur berkebangsaan Hungaria, Wolfgang Von Kempelen sebagai persembahan untuk Ratu Maria Theresia. Kemampuannya setara dengan pemain catur profesional di zaman itu.

Yah... sebenarnya boneka ini dulu dianggap penuh misteri.
Well, begini ceritanya. The Turk ini adalah boneka karakuri terkenal. Di abad ke-18, Eropa dilanda demam mekanik. Tahun 1769, seorang insinyur berkebangsaan Hungaria, Wolfgang Von Kempelen berniat untuk mempersembahkan sesuatu untuk Ratu Austria. Dia pun menuangkan seluruh kemampuannya untuk meciptakan boneka terhebat. Yaitu The Turk ini. Boneka tersebut bisa bermain catur. Dan yang mengejutkan, bukan cuma bisa, tapi juga sangat mahir. The Turk mampu menyesuaikan permainannya dengan permainan lawan. Orang-orang langsung menganggapnya sebagai boneka yang mampu berpikir. Konon itulah yang menjadi ilham diciptakannya komputer.
Kabar angin tentang The Turk pun menyebar ke seluruh Eropa. Banyak orang yang ingin menantang The Turk. Tapi boneka karakuri ini sangat hebat.

The Turk bahkan pernah bertanding melawan kaisar Prancis, Napoleon Bonaparte, Ratu Rusia Ekaterina II, kemudian menyebrang ke Amerika melawan Benjamin Franklin.
Dan rahasia The Turk pun menjadi misteri dunia.

Kenapa dia bisa bermain catur?

Tapi gak pernah ada yang membeberkan rahasia The Turk. Tahun 1854, bersama dengan terbakarnya museum Amerika, rahasia The Turk pun terkubur dalam sejarah.

Sebenarnya, daripada misteri, The Turk itu lebih tepat disebut sebagai sebuah trik.
Jadi, The Turk ini bukanlah sebuah boneka mekanik, tapi ada orang yang masuk ke dalam dan menggerakkannya. Triknya cuma memasukkan orang yang jago main catur ke dalamnya. Ternyata cuma itu aja, kok.

Kenapa rahasia The Turk ini bisa terjaga demikian lama?
Karena setiap orang yang membelinya pasti tutup mulut tentang rahasia The Turk ini supaya bisa menjualnya kembali. Jadi saling tipu gitu...

Unik, ya.

The Turk lebih tepat disebut ‘sulap’ daripada boneka karakuri. Triknya adalah memasukkan orang ke dalamnya kemudian memainkan catur. Karen trik ini tidak terbongkar makanya The Turk menjadi boneka mekanik yang diliputi misteri.

Dalam sulap, trik adalah nyawa. Jika triknya ketahuan, sulap akan kehilangan pesonanya. Pesona mistis serta sensai keajaiban yang terlahir dari sebuah trik.
Seperti halnya sulap yang bercahaya karena triknya gak ketahuan.
Boneka karakuri juga begitu.

Misteri yang melingkupinya adalah nyawa.

Sumber: Motohiro Katou, “The Turk – C.M.B. Vol. 07”

Efek Giroskop

Tau gak, efek Giroskop?

Kalau misalnya ada dua kotak kosong (kotak yang sama), yang satu diisi gasing (diam), dan yang satu diisi gasing yang lagi berputar. Jenis gasingnya sama dan gak ada beda sedikitpun. Maka kotak yang diisi dengan gasing berputar akan terasa lebih berat.
Itu yang namanya efek Giroskop.

Kenapa bisa gitu?

Gasing yang berputar menjadi giroskop dan sumbunya berputar menjaga arah rotasi. Ini adalah prinsip kerja giroskop yang digunakan sebagai penjaga arah dan kompas di kapal laut dan pesawat terbang.

Giroskop adalah...
Nah, kalau kotak berisi giroskop ini dimiringkan sedikit, akan terasa tolakan sebagai efek dari sumbu yang berusaha mempertahankan arah rotasinya.

Sebenarnya, bobot kedua kotak yang berisi gasing itu gak berubah. Tapi tolakan yang disebut tadi itu yang menyebabkan ‘ilusi’, yang membuat kita merasa kotak dengan gasing berputar jadi lebih berat. Padahal, kalau gasingnya berhenti berputar, bobot kotak akan terasa sama dengan kotak yang diisi dengan gasing diam.
Sama hal nya dengan giroskop yang seolah ‘melawan; kalau dimiringkan.

Sumber: Motohiro Katou, “’Hatsugama’ Case – C.M.B. Vol. 11”

Fosil Beringer

Pada abad ke-18, ada seorang dokter bernama Johann Beringer. Orang itu terkenal sok. Jadi ada rekan seprofesi yang bermaksud mengisenginya.

Memanfaatkan hobi Beringer menggali mencari fosil, mereka memahat batu untuk dijadikan fosil palsu (pada masa itu belum diketahui bagaimana fosil terbentuk), dan fosil palsu itu pun ditanam di tempat Beringer biasa menggali.

Beringer sangat gembira waktu dia menemukan fosil itu. Rekan-rekannya pun jadi agak ngelunjak dan mulai membuat fosil-fosil yang gak masuk akal. Seperti “fosil bertuliskan nama Tuhan”, “fosil berbentuk bintang jatuh”, dan sebagainya. Mereka melakukan itu sambil berpikir kalau “kali ini Beringer pasti sadar kalau fosil itu bohongan” dan mereka menantikan wajah kecewa Beringer.

Tapi, diluar dugaan, Beringer malah semakin percaya kalau dia sudah melakukan penemuan besar. Beringer bahkan sampai menerbitkan buku tanpa menyadari itu hanyalah keisengan rekan-rekannya.
Akhirnya diadakan diskusi terbuka, dan terungkaplah kalau fosil itu benda palsu. Beringer yang menanggung malu akhirnya menghabiskan sisa hidupnya dengan berkeliling membeli kembali buku-bukunya yang telah terjual untuk dimusnahkan. Kasus ini pun terkenal sebagai “Lugensteine” atau “Lying Stones Case”.

Hmm... sedih, ya.

Tapi pelajaran yang dapat diambil.
- Biar kita udah sehebat apapun ya jangan sampai jadi orang yang sok sampai bikin orang-orang di sekitar kita jadi kesal dan pengen ngisengin kita.
- Sebaiknya jangan suka iseng. Soalnya kita kadang suka gak sadar kalau keisengan kita itu udah keterlaluan dan masih menganggapnya sebagai hal yang biasa.
- Boleh sih percaya diri, tapi kalau kelewatan bisa berabe. Coba kalau Beringer gak terlalu Pe-De dan mau dengerin kata-kata rekannya kalau tu fosil adalah fosil palsu buatan mereka, Beringer kan gak perlu berakhir tragis kayak gitu.

Sumber: Motohiro Katou, “Sixty Million Years – C.M.B. Vol. 10”

Marujime Neko

*Marujime: lambang ‘shime’ (mengikat) dalam ‘maru’ (lingkaran).
‘shime’ di sini bentuknya kayak pita merah HIV/AIDS itu loh...
*Neko: Kucing

Pernah gak masuk ke toko orang Cina?
Pasti beberapa kali kamu bakal ngeliat ada boneka kucing yang tangannya goyang-goyang kayak lagi manggil gitu. Itu namanya Maneki Neko.
Nah, Marujime Neko ini adalah salah satu bentuk dasar dari Maneki Neko.
Bedanya Marujime Neko dengan Maneki Neko adalah karena dipunggung kucing Marujime Neko ada lambang ‘Marujime’. Kalau yang sering kita lihat sekarang itu Maneki Neko. Karena Marujime Neko udah langka. (koreksi saya kalau salah).

Ada banyak kisah seputar asal-usul Maneki Neko yang konon merupakan penarik tamu dan peruntungan itu.
Salah satu yang terkenal adalah kisah dari Naotaka i’i yang berteduh di bawah pohon depan gerbang kuil Gotokuji waktu hujan deras. Terus tiba-tiba dia melihat ada kucing di dekat pintu kuil yang muncul dan menggerak-gerakkan tangan seolah sedang memanggilnya. Waktu dia berjalan mendekati di kucing sambil masih agak bingung, tiba-tiba ada petir yang menyambar pohon tempat dia berteduh tadi. Jadi dia menganggap kalau kucing tadi yang udah menyelamatkannya.
Setelah itu, kuil Gotokuji menjadi kuil sesembahan utama keluarga i’i. Dan pihak Gotokuji kabarnya membuat patung Maneki Neko berdasarkan cerita itu.

Cerita lain menyebutkan, ada seorang wanita penghibur (Oiran) terkenal dari Yoshikawa, Usugumo konon sangat menyukai kucing. Sehingga menciptakan porselen kucing itu dan jadi menyebar ke seluruh tempat.

Kemudian, ada juga legenda Marujime Neko. Alkisah, sepasang suami istri miskin yang hidup di Edo memelihara seekor kucing. Ketika kehidupan semakin sulit, mereka gak punya pilihan selain membuang kucing itu walau dengan berat hati. Dan malam itu kucing tersebut muncul dalam mimpi mereka sambil bilang “Terima kasih sudah menyayangiku selama ini. Buatlah boneka berbentuk diriku dan lukis simbol ‘Marujime’ di punggungnya, pasti akan ada hal terbaik yang terjadi. Meong”

Gitu...

Jadi, keduanya pun mulai membuat boneka porselen dengan tulisan ‘Marujime’ di punggung, seperti yang diucapkan si kucing dalam mimpi, dan menjualnya.
Hmm... Dari beberapa kisah itu, terserah mau menganggap kisah mana yang paling masuk akal tentang Maneki Neko ini.

Sumber: Motohiro Katou, “Marujime Neko – C.M.B. Vol. 11”

Mitos Piramid (3)

Ini pembahasan terakhir tentang mitos piramid. Piramid itu bisa apa saja, tapi kali ini kita akan membahas piramid sebagai makam Pharaoh. Piramid pertaman dibangun di atas Mastaba yang merupakan makam Raja Djoser, walaupun dari piramid Pharaoh tak pernah ditemukan mumi. Tapi ada mumi yang ditemukan di piramid Ratu. Di piramid Pharaoh ditemukan guci Canopus yang pasti diletakkan di sisi mumi. Berdasarkan itu, maka bisa jadi piramid adalah memang makam Pharaoh.

Kemudian, ada 3 bilik di piramid Raja Khufu, bilik Raja (paling atas), bilik Ratu (di tengah), dan makam bawah tanah (paling bawah). Kenapa makam bawah tanah diabaikan begitu saja di tengah pembuatannya? Kenapa ada bilik Ratu? Kenapa ada lubang di bilik Raja, sedangkan di piramid lain gak pernah ditemukan lubang seperti ini? Memang ada lubang yang sama di bilik Ratu, tapi ketika digunakan robot untuk menyelidiki lubang ini, ada batu yang menyumbat. Setelah batu itu disingkirkan, ada batu lain lagi yang menyumbat, apa sebenarnya yang ada di ujungnya? Untuk apa koridor utama (tempat luas di dalam piramid) dibuat? Kenapa ‘bilik pengurang bobot’ (dibuat demikian untuk mengurangi beban yang diterima bilik Raja di bawahnya) hanya dibuat di atas bilik Raja, sedangkan bilik Ratu yang sebenarnya menerima beban lebih berat tidak dilengkapi dengan bilik ini di atasnya? Kenapa gak pernah ditemukan mumi Pharaoh dari dalam piramid, padahal ada makam batu yang ditemukan.

Tapi kosong. Kenapa?

C.M.B. membahas semuanya (tapi yah berdasarkan persepsi Motohiro Katou yang diuraikan oleh Shinra. Jawabannya sama seperti misteri Bent Pyramid (apa lagi ini?) ok, pelan-pelan ya...

Piramid Bent adalah piramid yang bentuknya agak aneh. Segitiganya gak sempurna. Lereng permukaan segitiga piramid yang awalnya dibuat terlalu curam, tiba-tiba sudutnya berubah menjadi tidak terlalu terjal. Kabarnya, ini karena perubahan konstruksi di tengah pembuatannya karena sadar kalau dibuat terlalu terjal nanti bisa rontoh (longsor). Jadi, jawaban untuk semua pertanyaan di atas ada pada perubahan konstruksi di tengah pembangunan.

Alasan pembangunan makam bawah tanah dihentikan di tengah-tengah adalah karena kecenderungan meluapnya sungai Nil. Dulu bibir sungai Nil memcapai ‘kuil bibir sungai’ dan setiap tahun mengalami banjir. Konon air bisa meluap sampai nyaris menyentuh Sphinx. Karena itulah, makam pun dinaikkan ke posisi bilik Ratu. Lalu awalnya dipasang sumbat batu dari arah luar dan akhirnya dipasang juga di sisi dalam supaya maling gak bisa masuk. Tempat meletakkan batu yang menjadi sumbat itulah yang kemudian jadi koridor utama. Kemudian karena ada bagitu banyak bilik akibat rekonstruksi, dikhawatirkan kamar di bawahnya jadi melesak. Maka dibuatlah ‘bilik pengurang bobot’ di atas makam Raja.

Terus, dua lubang yang ada di bilik Raja itu adalah lubang yang menghadap ke rasi bintang Draco dan rasi bintang Orion. Karena orang Mesir kuno punya kepercayaan sendiri terhadap bintang-bintang. Jadi ada teori yang mengatakan kedua lubang itu dibuat agar roh yang lepas dari tubuhnya bisa pergi ke bintang. Tapi menurut Shinra, itu dibuat sebagai ventilasi karena hawa di dalam bilik yang dikelilingi dengan batu belaka gak mungkin bagus, jadi ditakutkan muminya bisa rusak, makanya dibuat lubang ventilasi.

Bentuk kedua lubang itu tidak mendatar, tapi semakin ke bagian luar semakin menukik, lubangnya dibuat dengan sudut miring supaya letak ruang makam tetap disembunyikan. Lubang di bilik ratu tersumbat karena bilik itu toh gak digunakan, jadi dianggap gak perlu.

Satu lagi, alasan kenapa mimi Pharaoh gak pernah ditemukan di dalam piramid. Secara akal sehat, itu udah jelas karena pencurian. Soalnya coba bayangkan, makam semegah dan menyolok seperti itu plus dikubur bersama harta. Udah pasti jadi incaran pencuri, kan?

Yah... jawaban Shinra cukup logika, sih. Itu karena memang piramid itu buatan manusia. Walaupun dibuat oleh orang Mesir kuno, namanya manusia ya manusia. Memang terkesan mistis karena banyak misterinya. Tapi sebenarnya alasannya sederhana saja (jadi, bukan alien, loh...).

Biarpun begitu, tetap aja itu cuma teori dan gak ada bukti pasti.
Biar manusia penasaran seperti apapun, piramid tetap membisu dan gak bakal menjawabnya, kan.

Sumber: Motohiro Katou, “Canopus – C.M.B. Vol. 06”
- Tamat -

Mitos Piramid (2)

Saqqara. Sebutan untuk piramid yang letaknya agak terpisah dari tiga piramid agung Giza. Di seluruh Mesir, sekurang-kurangnya ada 100 piramid! Di antaranya, piramid yang pertama dibangun adalah piramid bertingkat Pharaoh Djoser. Sebelum ada piramid, ada kuburan yang disebut Mastaba (bangku panjang), terbuat dari tanah liat yang dikeringkan. Nah, tersebutlah seorang jenius bernama Imhotep. Dia adalah menteri dari Pharaoh Djoser, dan juga seorang terpelajar yang menguasai berbagai bidang seperti astronomi, matematika, kedokteran, serta arsitektur. Imhotep memberikan tambahan pada konstruksi Mastaba yang kemudian menjadi dasar dari piramid yang kita kenal.

Begini loh, Mastaba itu cuma undakan biasa aja (bentuknya belum kayak piramid), tapi Imhotep menambahkan konstruksi di atasnya (kayak kue tart bertingkat), seperti itulah bentuk piramid bertingkat Pharaoh Djoser. Jadi bentuknya masih belum kayak piramid yang kita kenal, belum mulus kayak limas segitiga gitu...

Terus, tambahan konstruksi itulah yang kemudian berkembang jadi piramid.

Hampir semua makam Pharaoh di Mesir ditemukan dalam kondisi telah dibongkar oleh para perampok kubur, makanya nyaris gak ada aksesoris pemakaman yang bisa ditemukan. Tapi ada satu aksesoris pemakanan Raja Tut’Ankh-‘Amen (susah, ya namanya) yang kuburannya ditemukan dengan utuh, tanpa bekas pembongkaran sedikit pun. Dan yang menarik adalah ‘Guci Canopus’ Raja Tut’Ankh-‘Amen. Terbuat dari Alabaster (sejenis marmer). Orang Mesir kuno punya adat penguburan membuat mumi saat seseorang meninggal. Mereka beranggapan setelah meninggal orang akan hidup kembali di ‘duat’. Untuk bisa bangkit kembali dalam kondisi prima, dibutuhkan mumi yang sempurna. Karena itulah jenazah Pharaoh bahkan diurus sampai ke ujung kukunya saat dimumikan. Untuk membuat mumi, dibutuhkan waktu setidaknya 70 hari, yang diawali dengan mengeluarkan otak serta organ dalam lainnya, kecuali jantung. Semua organ yang dikeluarkan kemudian dikeringkan dengan Natron. Jantung dibiarkan di dalam tubuh, karena menurut kepercayaan mereka, untuk menentukan seseorang bisa atau tidaknya masuk surga, jantung itu nantinya akan ditimbang untuk dibandingkan dengan bulu ma’at.

Wadah untuk menyimpan organ dalam yang dikeluarkan dari tubuh adalah guci Canopus ini. Canopus Raja Tut’Ankh-‘Amen semuanya berbentuk manusia. Tapi aslinya, Canopus berbentuk roh para penjaga orang mati. Guci ini terbagi jadi empat:
Guci Imseti yang berbentuk manusia menyimpan liver
Hapi, guci yang berbentuk Babon menyimpan paru-paru
Jackal atai kepala anjing hitam, guci duamutef menyimpan lambung
Dan Qebehsenuef, guci berbentuk burung menyimpan usus

Mereka percaya kalau orang yang meninggal gak akan bisa hidup lagi kalau salah satu dari keempat guci ini gak ada. Setiap guci Canopus ini menjaga hal yang berbeda-beda, guci Imseti menjaga ‘ka’ yaitu jiwa yang abadi, orang Mesir kuno beranggapan karena ada ‘ka’ manusia bisa hidup. Guci Hapi menjaga ‘ba’ yaitu nyawa manusia, saat seseorang mati dia terlepas dari tubuh. Guci Duamutef menjaga ‘sah’, yaitu nyawa kelas tinggi. Dan Guci Qebehsenuef menjaga ‘ib’ yaitu jantung. Orang Mesir kuno percaya manusia terdiri dari lima unsur utama, ‘ka’ sebagai jiwa yang abadi, ‘ba’ sebagai nyawa manusia, ‘akh’ sebagai tubuh, ‘shwt’ sebagai bayangan yaitu belahan jiwa yang menjaga manusia yang bersangkutan, dan ‘ren’ sebagai nama yang merupakan eksistensi manusia tersebut. Jadi menghapus nama seseorang sama dengan menghapus eksistensinya. Mereka membuat mumi berdasarkan ini.

Sumber: Motohiro Katou, “Canopus – C.M.B. Vol. 06”
Bersambung ke “Mitos Piramid (3)”

Mitos Piramid (1)

Tiga Piramida Agung Giza terdiri dari Piramid Raja Khufu, Raja Khafre, dan Raja Menkaure. Piramid Raja Khafre terlihat paling besar kalau dilihat dari depan, tapi sebenarnya piramida tertua dan terbesar sebenarnya adalah piramida raja Khufu yang ada di paling ujung, dibangun kira-kira 4500 tahun silam.

Sebenarnya piramid bukan bangunan tunggal. Piramid, altar upacara, jalan suci, kuil bibir sungai, keempatnya adalah satu kesatuan. Singkatnya, kompleks piramid.
Kuil bibir sungai adalah tempta dimana mumi Pharaoh dibuat. Sesuai namanya, pada masa itu, bibir sungai Nil mencapai tempat berdirinya kuil tersebut. Lalu jalan yang menghubungkan tempat itu ke piramid disebut jalan suci. Jalan ini juga digunakan untuk mengangkut batu semasa pembuatan piramid. Dan altar upacara adalah tempat dimana upacara pemakaman Pharaoh dilaksanakan.

Nah, ada yang sangat menarik dalam cerita tentang piramid ini. bangunan sebesar itu, bagaimana cara orang jaman dulu membuatnya?

Ada satu pendapat dalam karyanya Motohiro Katou (C.M.B) – yah... kita kan harus menghargai semua pendapat, jadi gak ada salahnya kalau pendapat (sebodoh apapun) tetap dimuat. Ok, begini...
Katanya, bangunan semegah dan sebesar itu gak mungkin dibangun oleh tangan manusia. jadi sudah pasti dibangun makhluk asing/makhluk luar angkasa (!?) atau lebih tepatnya, orang Mesir dulu membangunnya dengan bantuan makhluk luar angkasa. Sebagai buktinya, ukuran piramid dibuat berdasarkan ukuran luas planet bumi, jarak bumi ke matahari, dan rotasi matahari. Ini adalah pengetahuan yang gak mungkin dimiliki manusia pada jaman itu. Selain itu juga ada yang namanya ‘pyramid power’, penjelasannya adalah sebuah apel yang diletakkan di dalam piramid terbukti mampu mempertahankan kesegarannya lebih lama (Memangnya piramid itu kulkas? Kurasa, kapan-kapan aku bakal bawa apel kalau berkunjung ke sana dan membuktikan sendiri setelah beberapa hari apa memang benar tu apel bakal lama busuknya)

Tapi...

Untuk apa juga makhluk luar angkasa repot-repot membangun piramid di bumi?
Katanya, piramid adalah alat transportasi ke luar angkasa (makin dibahas makin bodoh, ya). jadi, tubuh manusia yang gak bisa bertahan di luar angkasa diubah jadi mumi sebelum diberangkatkan ke luar angkasa. Kemudian dengan pyramid power, mereka dikirim ke luar angkasa dan akan terlahir kembali di planet mereka.

Tuing...(???)

Tapi katanya, itulah sebabnya kenapa sampai saat ini gak ada mumi yang ditemukan di dalam piramid

Fuuuhhh... kok rasanya jadi sulit dipercaya, ya?

Tapi, pyramid power itu mungkin memang benar-benar ada, loh. Tergantung dari cara kita memikirkannya, sampai sekarang belum ditemukan bukti pasti kenapa piramid itu ada. Karena itu, orang pun membayangkan berbagai kemungkinan, dan banyak teori seputar hal itu. Kata Shinra, Piramid tidak pernah memberikan jawaban atas misterinya sedikitpun sejak ribuan tahun silam. Ada orang yang rela menghabiskan hidupnya untuk meneliti misteri itu, ada juga orang yang mengembangkan fantasi liar tentang keberadaan piramid (termasuk keterlibatan alien dalam pembuatannya – benar-benar fantasi liar).

Tapi tetap aja piramid memiliki pesona dan kekuatan yang mampu membakar semangat manusia, dengan sosok raksasa yang memiliki keindahan geometrisnya itu. Shinra berpendapat kalau sebenarnya itulah yang disebut dengan ‘pyramid power’.
Piramid adalah bangunan yang penuh teka-teki.

Sumber: Motohiro Katou, “Canopus – C.M.B. Vol. 06”
Bersambung ke “Mitos Piramid (2)”

Anna Maria Sibylla Merian (1647-1717)

Maria Sibylla Merian adalah pelukis wanita kelahiran Jerman abad XVII. Wanita luar biasa yang terkenal sebagai ahli serangga dan tumbuhan, industrialis, dan seorang petualang. Kedetilan dan keindahan sketsa yang dibuatnya menjadikan dirinya terkenal juga sebagai seorang pelukis. Dia membuat gambar bunga yang dijadikan dasar sulaman serta motif penghias keramik. Di lain pihak, dia mencurahkan hidupnya untuk mempelajari kehidupan serangga. Memang agak unik sih, karena jarang ada ilmuwan yang menggambar/melukis. Tapi sekarang ini memang sudah ada foto, sehingga mudah mengambil gambar. Kalau zaman dulu kan cuma bisa menggambar secara langsung. Makanya penting bagi seorang peneliti flora fauna atau ahli geografi untuk bisa melukis secara detail. Tidak sedikit gambar mereka yang dinilai sebagai karya seni. Di antaranya, lukisan Merian merupakan yang paling populer karena keindahannya. Konon harga kumpulan gambar asli cetakan pertamanya dihargai hingga 200 juta yen. Hebat, kan. Ilmuwan sekaligus seniman. Berarti otak kanan dan kirinya ajib banget!

Masih ada lagi. Mbak Merian itu waktu orang-orang dulu percaya bahwa serangga terlahir dari lumpur busuk (Kalau tidak salah, ini teorinya Kang Aris Toteles). Dia mengumumkan hasil pengamatannya, bahwa serangga lahir dari telur, kemudian bermetamorfosis. Padahal di masa itu, tindakannya bisa dianggap sebagai kegiatan sihir yang bisa mengakibatkan dirinya terbunuh. Tapi dia tetap berkeras mempertahankan pendapatnya dan bilang kalau dia dengan sangat yakin melihat metamorfosis itu sendiri. Dia kemudian bercerai dengan suaminya yang tidak mau pengertian akan penelitiannya, dan dia membesarkan kedua putrinya sambil mengelola studio melukis. Mbak Merian yang hebat ini masih belum puas dengan itu, di usianya yang kepala 5, dia pergi mengarungi lautan luas dan terus meneliti flora fauna hutan tropis di Suriname, Amerika Latin. Setelah kembali ke tanah airnya, dia menerbitkan buku berjudul ”Metamorphosis Insectorum Surinamensium” yang menjadi Best Seller. Buku ini diterbitkan pada masa-masa akhir hidupnya dan merupakan karya ternama yang dinilai tinggi oleh para bangsawan dan orang kaya di zamannya.

Setelah meninggal pun, potret dirinya digunakan sebagai gambar perangko serta lembaran uang 500 mark. Terus, cucunya juga ada yang menikah dengan matematikawan ternama – Leonhard Euler. Anna Maria Sibylla Merian, dia benar-benar orang yang seperti tanki energi (kata Shinra). Rasanya setelah dengan cerita tentang dia, semua orang jadi pengen bermetamorfosis.

Sumber : “Ther Metamorphosis – C.M.B jilid 09”. Manga, by: Motohiro Katou.

Ajib juga tu Suku Inca


Di Republik Peru, Amerika Selatan, ada wilayah kerajaan yang membentang dari Amazon hingga pegunungan dan gurun Andes. Konon ini adalah tempat berkembangnya peradaban Andes. Nah di sini ini ada bekas ibukota Cusco yang dulu merupakan pusat pemerintahan kerajaan Inca. Peradaban Andes diperkirakan berawal pada 2500 SM. Salah satu bagian dari peradaban tersebut, yaitu kerajaan Inca berjaya selama tiga abad. Mulai abad XIII hingga penjajahan bangsa Spanyol pada abad XVI.

Di sini juga ada yang disebut Coricancha, kuil dewa matahari yang merupakan pusat dari seluruh kegiatan religius bangsa Inca. Konon tempat ini dulunya dipenuhi oleh emas, seperti jagung emas yang ditanam di halaman, patung emas berskala 1:1, dan sebagainya. Tapi, bangsa Spanyol merampas segalanya, bahkan mengubah kuil ini menjadi gereja Kristen, seperti yang dapat dilihat dari salib yang sekarang ada di puncak bangunan tersebut.

Selain itu, ada juga lubang yang terdapat di Coricancha ini, di ujung lubang itu ada jaringan terowongan raksasa. Ujung terowongan itu katanya mencapai Equador dan Bolivia, terus juga (masih) katanya merupakan pintu masuk menuju kota emas Inca. Konon emas-emas itu adalah yang disembunyikan orang Inca dari tangan Spanyol. Dulu Spanyol mati-matian menyelidiki terowongan ini. Tapi keberadaan kota emas tetap terkubur dalam misteri, katanya terowongan ini adalah labirin raksasa, kalau masuk gak akan pernah bisa keluar lagi. Tahun 1923, Universitas Lima mengirimkan 5 peneliti untuk menyelidiki tempat ini, tapi cuma satu orang yang kembali setelah 12 hari. Tapi orang itu pun langsung meninggal dengan sebuah jagung emas dalam genggamannya. Setelah itu, terowongan ini pun ditutup.

Di sini juga ada yang namanya Kota Langit Machu Picchu yang dibangun sekitar tahun 1440 sebagai tanah peristirahatan keluarga raja. Ada berbagai cerita dibalik pembangunannya yang berlokasi di tempat (gunung) yang sangat tinggi. Ada yang bilang, bagi orang Inca yang menyembah matahari, tempat yang paling dekat dengan langit adalah tempat paling ideal untuk tinggal. Ada juga yang bilang, gunung itu kalau dilihat dari samping (landscape), bentuknya jadi menyerupai wajah raja. Begitu.


Contoh Beberapa Quipu suku Inca

Inca atau Imperio Inca adalah nama pemberian orang Spanyol, nama sebenarnya dalam bahasa setempat adalah Tawantin Suyu, yang berarti ”empat propinsi”. Kerajaan Inca seluruhnya dihubungkan dengan jalan darat, dan ada nama jalan yang terkenal disebut dengan ”Inca Trail”. Konon kabar berita dari seluruh negeri dikumpulkan dan disampaikan melalui seorang pelari cepat. Si pelari itu membawa benda yang disebut Quipu. Quipu adalah semacam surat yang terbuat dari kumpulan simpul tali. Dulu peradaban Andes gak kenal tulisan, makanya mereka gak meninggalkan catatan sejarah. Jadi peradaban Andes pun sampai sekarang masih misteri.

Sumber : “ The Sun and a Folklore – C.M.B jilid 09”. Manga, by: Motohiro Katou.

Semua Orang adalah Jenius



Kata Akira Sawaki (tokoh dalam komik Psychometrist Eiji), beda otak orang jenius ama orang biasa itu bukan terletak pada jumlah sel otak atau bobotnya. Jadi kalau kabarnya otak Soseki Natsume (nama pena Kinnosuke Natsume, novelis Jepang, ahli sastra Inggris, dan penulis esai terkenal Jepang) lebih berat dari orang biasa, itu gak bisa nentuin kalo si Natsume itu emang orang jenius.
Sebenarnya, gak ada perbedaan berarti soal jumlah sel ingatan otak pada manusia. Beda otak orang jenius dan orang biasa ada pada sinapsis. Tau kan sinapsis? (kalo gak tau tanya Mbah Gugel). Jadi sinapsis ini adalah jaringan penghubung sel-sel otak, kayak serabut gitu. Sinapsis otak orang biasa itu sederhana dan jumlahnya lebih sedikit. Kalau otak orang jenius jumlah rutenya besar dan jaringannya rumit.

Masih belum ngeh?

Jadi gini, ibaratnya adalah perbandingan antara jalan utama satu-satunya di kampung, kayak jalan yang ada dibawah ini:

Add caption
dibandingkan dengan jalan raya seperti jaring laba-laba di kota zaman sekarang (banyak cabang dan banyak belokan). kayak gambar yang dibawah ini :


Bagi orang yang pertama (yang cuma punya satu-satunya jalan utama di kampung), begitu jalan utama terhambat. Langsung gak bisa bergerak. Tapi kalau orang kedua (si jenius yang punya jalan kayak kota besar) langsung bisa menemukan jalan lain.
Nah, yang menarik. Konon, semua balita punya jaringan otak rumit yang mendekati jenius (seperti jalan di kota yang banyak cabangnya). Tapi karena cuma memakai jalan yang sama terus-menerus, sinapsis yang lain segera menghilang, jadi jumlah rutenya juga berkurang, sehingga dia hanya bisa berpikir seperti orang biasa.

Kemampuan manusia mungkin turun-temurun adalah sama, cuma tergantung bagaimana cara manusia itu menggunakan apa yang dia punya dan menentukan “jalan”nya. Apakah untuk menuju ke suatu tempat kita hanya akan memakai jalan yang sama berulang kali (karena merasa udah nyaman), atau kita akan mencari jalan baru sehingga kalau suatu saat, jalan yang kita anggap sudah nyaman itu tertutup karena sesuatu, kita sudah punya alternatif lain.

Dengan kata lain, jangan biarkan sinapsis di otak kita berkurang hanya karena kita selalu mencari jalan aman dan menjalani rutinitas yang itu-itu aja tanpa pernah mau mencoba sesuatu yang baru dan tanpa ada perkembangan – ke arah yang lebih baik lagi. Kalau ada saatnya kau menemukan jalan buntu atau jurang di depanmu, kau boleh kembali dan cari jalan yang lain lagi. Atau kalau kau menemukan cara untuk menerobos tembok dan melewati jurang tanpa membahayakan siapapun. Maka lakukan saja!

Aku juga pengen berpikir kalau “dalam hidup, hari esok harus lebih baik dari hari ini”
Ayo sama-sama berjuang!
Ganbatte...!

Komik Bukan Bacaan Sampah!

Wunderkammer (ruang keajaiban) adalah tempat berkumpulnya benda-benda unik dan langka hasil temuan para penjelajah. Barang-barang itu kemudian dikumpulkan dan diteliti di British Museum. Ratu Inggris masa itu, Queen Charlotte, memilih ‘tiga orang bijak’ untuk melindungi penelitian tersebut. Kepada mereka dianugerahkan tiga cincin berukir huruf C, M, dan B. Konon, ketiga cincin ini diwariskan turun temurun kepada murid terbaik mereka.
Tapi itu cerita zaman dulu.
Di zaman sekarang Wunderkammer sudah dianggap mitos...
Shinra Sakaki adalah pemilik museum yang terletak di tengah hutan kecil, dia juga pemilik cincin C.M.B yang merupakan symbol dari ilmu pengetahuan. Nah, si Shinra ini diceritakan sangat berpengetahuan luas dan memiliki daya eksplorasi yang baik. Kalimat favoritnya ya
“Untuk melangkah lebih jauh dari ini, anda harus membayar ongkos masuk”
Well, aku cuma pengen bilang
KOMIK BUKAN BACAAN SAMPAH!
Jadi, jangan pernah sepele sama penggila manga. Sebagian dari para penggila manga bukan cuma mau cari bacaan “dongeng”. Banyak hal yang bisa didapat dari manga. Mulai dari pelajaran hidup sampai ke ilmu pengetahuan. Bahkan semua ilmu yang susah-susah, seperti Matematika, Fisika, sampai Kimia, kalau di komik jadi enak aja gitu bacanya. Sampai ilmu yang agak ngebosenin ‘n bikin ngantuk kayak Sejarah juga jadi asik dibaca. Contoh manga yang sarat ilmu misalnya: Q.E.D (matematika, dll), C.M.B (benda-benda bersejarah, dll), Detective Conan (banyak), Rurouni Kenshin ‘n Samurai Deeper Kyo (Sejarah Jepang ‘n pelajaran hidup), Psychometrist Eiji (lumayan sarat ilmu, tapi gambarnya agak fulgar^.^), Harlem Beat (Teknik Basket, arti hidup, arti persahabatan, arti keluarga, arti cinta, dll) dan masih banyak lagi manga yang luar biasa tapi gak bisa kusebutin satu-satu.
Hhh… aku bersyukur komik sudah diciptakan di dunia ini.

“So, Welcome to Wunderkammer”

What R U B'come, just look what U've done

5 Juni 2010

Sejarah itu adalah jalannya kehidupan seseorang...
Terus maju, jangan takut, jangan mundur, jangan pernah bersembunyi...
Ketika suatu waktu nanti tersadar, kau akan melihat
‘jalan’ terbaik yang sudah kau lalui...

(Kamijyo Akimine, “Samurai Deeper Kyo, Vol.38”)

Biarpun udah sering ngerasain
Tapi kalah itu tetap aja menyakitkan.
Mungkin aku ini orang yang benar-benar sombong.
Aku gak suka kalah.
Aku benci kalah.
Rasanya biarpun orang bilang yang penting bukan hasil, tapi proses.
Tetap aja kalau hasilnya kalah,
Ya kalah.
Gak ada gunanya bilang
”gak papa kalah yang penting udah berjuang dengan sebaik-baiknya”
Biarpun udah berjuang sebaik-baiknya.
Kalau kalah itu namanya gak menang
Kalau gak menang, terus buat apa berjuang?
Dalam dunia kompetisi, yang diperlukan itu cuma menang.
Gak ada hal lain yang perlu dilakukan selain menang.
Cuma satu hal yang harus diperebutkan, yaitu menang.
Karena semua orang memang ingin menang, kan?
Penghargaan buat usaha keras itu omong kosong!

Cut!

Cukup sampai di situ.
Aku memang pernah berpikir gitu.
Waktu aku biasa mendapatkan apa yang aku mau.
Tapi setelah beberapa kali mengikuti kompetisi.
Beberapa kali menang, dan beberapa kali kalah
(akhir-akhir ini aku lebih sering kalah karena aku baru sadar kalau dunia ini memang luas dan banyak orang yang lebih hebat di luar sana)
Aku jadi berpikir...
Kalau tujuanku cuma untuk menang, terus kalau aku kalah gimana dong?
Bunuh diri?
Histeris kayak orang gila?
Atau membunuh orang yang berhasil ngalahin aku?
Gak mungkin, kan?
Kalah dan menang itu biasa.
Klise ya?
Tapi memang itu kenyataannya.
Gak perlu takut kalah.
Mungkin memang ada segelintir orang bodoh yang hanya menilai sesuatu dari hasilnya saja. Tapi gak menutup kemungkinan kalau ada juga orang-oang jenius yang bisa menghargai hidup dan melihat sesuatu berdasarkan proses.
Anggap saja kau sedang berjalan di hutan rimba yang penuh semak belukar dan belum ada yang membuka jalan.
Kalau kau memutuskan untuk terus, maka jalan saja, buka jalan sendiri untuk dirimu. Dan ketika kau sampai di tempat tujuan, coba lihat ke belakang dan temukan jalan yang sudah kau buat sendiri. Apakah cukup lebar atau sempit? Apa cukup rapi atau berantakan? Apapun hasilnya, tapi itulah jalan yang kau buat. Proses yang kau lalui, yang memberi banyak pengalaman sebelum kau membuka jalan yang baru lagi.
Terserah kalaupun kau harus sampai yang paling belakangan, yang penting kau sudah membuat jalanmu sendiri.

Soal menang atau kalah, itu semua orang pasti pernah merasakannya. Aku pernah baca di Manga ’Eyeshield 21’. Ada beberapa hal yang membedakan para atlet, ketika mereka terjatuh...
- Atlet hebat yang berhasil akan langsung berdiri dan kembali berlari.
- Atlet standar yang biasa-biasa saja akan menunggu beberapa saat sebelum bangkit lagi dan berlari.
- Atlet gagal yang pecundang tak akan pernah bangkit lagi dan menjadi penonton di sudut lapangan.
(Darel Royal)

Nah, sekarang tergantung kau mau pilih yang mana.
Tak ada yang salah dengan kekalahan.
Bukankah kau akan lebih bisa menghargai kemenangan, kalau kau pernah kalah?
Tak peduli berapa kali pun kau terjatuh.
Sesuatu yang tak membunuhmu itu akan membuatmu semakin kuat, kan?
Semakin kuat lagi...
Semakin kuat...
Dan lakukan semua yang kau bisa...
Dengan caramu sendiri...
Karena menang itu, cuma bonusnya aja >o<

NB: Terima kasih buat semua saran dan masukan dari juri. Aku janji kalau ada kesempatan lagi, aku pasti berusaha lebih baik dan lain kali aku akan menang!
Ganbatte...!

Senin, 24 Mei 2010

Komik Korea juga Gak Kalah Bagus dengan Jepang


17 Mei 2010

 Aku penggila Jepang. Aku suka semua yang berbau Jepang (tapi kalau Jepang ‘n Indonesia perang aku bakal tetap berjuang untuk Indonesia – ceileh…)
Rail Road karya Yun Mi-Kyung.
Luar biasa.
Menarik.
Ini karya emas.
Udah selesai baca pun aku masih pengen bolak-balik halamannya.
Ceritanya alami. Mengalir begitu saja.
Si Korea yang namanya Yun Mi-Kyung ini benar-benar ahli dalam hal mengobok-obok hati pembacanya. Karyanya luar biasa menyentuh.
Gak ada kata lain selain LUAR BIASA.
Kisahnya tentang Hamin, si kondektur kereta api.
Dalam kesehariannya, dia berjumpa banyak orang, dengan berbagai kisah.
Diceritakan dengan cara-nya si Yun Mi-Kyung. Rail Road jadi karya yang hebat.
Tapi, cerita ini bukan cuma tentang orang lain.
Kisahnya tetap tentang Hamin sebagai pemeran utama.
Si Hamin ini orang yang baiknya gak ketulungan, dia polos, suka membantu, dan punya impian menjadi kondektur kereta galaksi 999.
Impian yang childish tapi semua orang suka dengan dia yang seperti itu.
Pokoknya kalau gak baca sendiri gak bakal tahu istimewanya komik ini.
Rasanya kalau aku cerita lebih jauh lagi, bisa merusak Rail Road yang sebenarnya.
Soalnya cara si Yun Mi-Kuang bercerita ini ISTIMEWA, jadi kalau aku ceritakan ulang, Rail Road jadi nggak semenarik yang sebenarnya^^
Komik juga punya sisi menarik yang gak kalah dari novel.
Kalau novel bisa menyuguhkan kisah-kisah menyentuh.
Komik juga bisa. Bahkan kadang lebih terkesan nyata.
Seperti Rail Road ini.
Kalau selama ini aku selalu tergila-gila dengan komik Jepang.
Kali ini Yun Mi-Kyung benar-benar menunjukkan kalau Korea juga bisa membuat komik yang bagus dan gak kalah menarik dengan komik Jepang.
Memang dilihat dari segi gambar banyak banget perbedaannya.
Tapi memang komik Korea itu ciri khasnya beda dengan punya Jepang.
Cerita komik Korea biasanya lebih realistis. Menggambarkan kehidupan nyata. Tidak terlalu berlebihan, menyentuh (sampai kadang aku suka kesal baca ending komik Korea karena sering sad ending). Tapi emosiku benar-benar ketarik ke dalam ceritanya.
Rail Road membuat otakku terus memikirkan ceritanya bahkan setelah aku selesai membaca!
Aku pernah dengar kalau katanya ’tulisan yang bagus itu adalah tulisan yang masih melekat di pikiran pembacanya bahkan setelah selesai membaca’
Komik Korea, menyisakan banyak hal setiap kali aku membaca kata ’fin’ di lembar terakhirnya. Luar biasa memang. Benar-benar luar biasa.
Pokoknya Jepang harus hati-hati kalau gak mau tahta para komikus nya direbut sama komikus-komikus dari Korea^^

KOMIK BUKAN BACAAN SAMPAH...!

Senin, 03 Mei 2010

JANGAN TERLALU LAMA BERHENTI!

02 Mei 2010

Selama ini kupikir...
Tidak ada salahnya kalau aku duduk sebentar dan beristirahat
Tapi ternyata saat aku sadar
Aku sudah sangat jauh tertinggal.

Ada yang pernah bilang padaku.
Di dunia ini bukan tempatnya untuk beristirahat.
Karena hidup ini adalah perjalanan yang panjang
Sebuah perjuangan
Jadi sementara aku diam, dunia akan tetap berputar.
Orang-orang akan terus melangkah tanpa menungguku.
Waktu tidak akan berhenti walaupun aku menuding langit dan berteriak-teriak
“Hei! Tunggu dulu! Aku capek“
Percuma saja. Itu hanya akan membuatku semakin tertinggal.

Aku boleh mengeluh, aku boleh merasa lelah
Tapi aku tidak boleh terlalu lama berkutat dengan itu.
Hari ini aku semakin sadar.
Aku sudah lengah cukup lama.
Orang-orang di sekitarku mulai melewatiku.
Bahkan ada yang hanya terlihat punggungnya saja.
Dia sudah berada sangat jauh di depan sana.
Di sorot lampu yang sangat terang.
Dan aku hanya bisa menjadi penonton.

Padahal dulu aku pernah merasakan hal itu.
Pernah mendapatkan sinaran lampur terang yang sama.
Pernah mendengar orang-orang berkata.
“Gie, kau berbakat. Kau pasti akan jadi orang yang berhasil“
Tapi itu dulu...
Ternyata itu sudah lama sekali.
Aku bahkan sudah lupa kapan terakhir kali aku mendengar kalimat itu diucapkan padaku.

Aku sudah terlalu lama beristirahat.
Sudah terlalu lama tak melakukan apa-apa.
Entah karena aku pikir sudah pernah mencapai puncak itu, aku sudah ada di posisi yang aman. Padahal aku bisa dijatuhkan kapan saja.
Dan aku baru menyadarinya sekarang.
Saat semakin banyak orang yang juga sudah berhasil mencapai puncak yang sama.
Saat tempat di puncak itu semakin menyempit dan harus menjatuhkan beberapa orang.
Ternyata aku termasuk di antara orang-orang yang jatuh itu.

Hhh... aku harus memulai lagi.
Memanjat puncak itu lagi.
Supaya aku bisa mendapatkan sorotan lampu dan tidak menjadi penonton lagi
Supaya aku berada di posisi yang aman sampai tiba waktunya aku beristirahat nanti.
Karena memang dunia ini bukan tempat untuk beristirahat.
Dan sementara aku terus diam,
Bumi akan tetap berputar.