Jumat, 30 Juli 2010

Semua Orang adalah Jenius



Kata Akira Sawaki (tokoh dalam komik Psychometrist Eiji), beda otak orang jenius ama orang biasa itu bukan terletak pada jumlah sel otak atau bobotnya. Jadi kalau kabarnya otak Soseki Natsume (nama pena Kinnosuke Natsume, novelis Jepang, ahli sastra Inggris, dan penulis esai terkenal Jepang) lebih berat dari orang biasa, itu gak bisa nentuin kalo si Natsume itu emang orang jenius.
Sebenarnya, gak ada perbedaan berarti soal jumlah sel ingatan otak pada manusia. Beda otak orang jenius dan orang biasa ada pada sinapsis. Tau kan sinapsis? (kalo gak tau tanya Mbah Gugel). Jadi sinapsis ini adalah jaringan penghubung sel-sel otak, kayak serabut gitu. Sinapsis otak orang biasa itu sederhana dan jumlahnya lebih sedikit. Kalau otak orang jenius jumlah rutenya besar dan jaringannya rumit.

Masih belum ngeh?

Jadi gini, ibaratnya adalah perbandingan antara jalan utama satu-satunya di kampung, kayak jalan yang ada dibawah ini:

Add caption
dibandingkan dengan jalan raya seperti jaring laba-laba di kota zaman sekarang (banyak cabang dan banyak belokan). kayak gambar yang dibawah ini :


Bagi orang yang pertama (yang cuma punya satu-satunya jalan utama di kampung), begitu jalan utama terhambat. Langsung gak bisa bergerak. Tapi kalau orang kedua (si jenius yang punya jalan kayak kota besar) langsung bisa menemukan jalan lain.
Nah, yang menarik. Konon, semua balita punya jaringan otak rumit yang mendekati jenius (seperti jalan di kota yang banyak cabangnya). Tapi karena cuma memakai jalan yang sama terus-menerus, sinapsis yang lain segera menghilang, jadi jumlah rutenya juga berkurang, sehingga dia hanya bisa berpikir seperti orang biasa.

Kemampuan manusia mungkin turun-temurun adalah sama, cuma tergantung bagaimana cara manusia itu menggunakan apa yang dia punya dan menentukan “jalan”nya. Apakah untuk menuju ke suatu tempat kita hanya akan memakai jalan yang sama berulang kali (karena merasa udah nyaman), atau kita akan mencari jalan baru sehingga kalau suatu saat, jalan yang kita anggap sudah nyaman itu tertutup karena sesuatu, kita sudah punya alternatif lain.

Dengan kata lain, jangan biarkan sinapsis di otak kita berkurang hanya karena kita selalu mencari jalan aman dan menjalani rutinitas yang itu-itu aja tanpa pernah mau mencoba sesuatu yang baru dan tanpa ada perkembangan – ke arah yang lebih baik lagi. Kalau ada saatnya kau menemukan jalan buntu atau jurang di depanmu, kau boleh kembali dan cari jalan yang lain lagi. Atau kalau kau menemukan cara untuk menerobos tembok dan melewati jurang tanpa membahayakan siapapun. Maka lakukan saja!

Aku juga pengen berpikir kalau “dalam hidup, hari esok harus lebih baik dari hari ini”
Ayo sama-sama berjuang!
Ganbatte...!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar