Jumat, 30 Juli 2010

Komik Bukan Bacaan Sampah!

Wunderkammer (ruang keajaiban) adalah tempat berkumpulnya benda-benda unik dan langka hasil temuan para penjelajah. Barang-barang itu kemudian dikumpulkan dan diteliti di British Museum. Ratu Inggris masa itu, Queen Charlotte, memilih ‘tiga orang bijak’ untuk melindungi penelitian tersebut. Kepada mereka dianugerahkan tiga cincin berukir huruf C, M, dan B. Konon, ketiga cincin ini diwariskan turun temurun kepada murid terbaik mereka.
Tapi itu cerita zaman dulu.
Di zaman sekarang Wunderkammer sudah dianggap mitos...
Shinra Sakaki adalah pemilik museum yang terletak di tengah hutan kecil, dia juga pemilik cincin C.M.B yang merupakan symbol dari ilmu pengetahuan. Nah, si Shinra ini diceritakan sangat berpengetahuan luas dan memiliki daya eksplorasi yang baik. Kalimat favoritnya ya
“Untuk melangkah lebih jauh dari ini, anda harus membayar ongkos masuk”
Well, aku cuma pengen bilang
KOMIK BUKAN BACAAN SAMPAH!
Jadi, jangan pernah sepele sama penggila manga. Sebagian dari para penggila manga bukan cuma mau cari bacaan “dongeng”. Banyak hal yang bisa didapat dari manga. Mulai dari pelajaran hidup sampai ke ilmu pengetahuan. Bahkan semua ilmu yang susah-susah, seperti Matematika, Fisika, sampai Kimia, kalau di komik jadi enak aja gitu bacanya. Sampai ilmu yang agak ngebosenin ‘n bikin ngantuk kayak Sejarah juga jadi asik dibaca. Contoh manga yang sarat ilmu misalnya: Q.E.D (matematika, dll), C.M.B (benda-benda bersejarah, dll), Detective Conan (banyak), Rurouni Kenshin ‘n Samurai Deeper Kyo (Sejarah Jepang ‘n pelajaran hidup), Psychometrist Eiji (lumayan sarat ilmu, tapi gambarnya agak fulgar^.^), Harlem Beat (Teknik Basket, arti hidup, arti persahabatan, arti keluarga, arti cinta, dll) dan masih banyak lagi manga yang luar biasa tapi gak bisa kusebutin satu-satu.
Hhh… aku bersyukur komik sudah diciptakan di dunia ini.

“So, Welcome to Wunderkammer”

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar