Jumat, 30 Juli 2010

What R U B'come, just look what U've done

5 Juni 2010

Sejarah itu adalah jalannya kehidupan seseorang...
Terus maju, jangan takut, jangan mundur, jangan pernah bersembunyi...
Ketika suatu waktu nanti tersadar, kau akan melihat
‘jalan’ terbaik yang sudah kau lalui...

(Kamijyo Akimine, “Samurai Deeper Kyo, Vol.38”)

Biarpun udah sering ngerasain
Tapi kalah itu tetap aja menyakitkan.
Mungkin aku ini orang yang benar-benar sombong.
Aku gak suka kalah.
Aku benci kalah.
Rasanya biarpun orang bilang yang penting bukan hasil, tapi proses.
Tetap aja kalau hasilnya kalah,
Ya kalah.
Gak ada gunanya bilang
”gak papa kalah yang penting udah berjuang dengan sebaik-baiknya”
Biarpun udah berjuang sebaik-baiknya.
Kalau kalah itu namanya gak menang
Kalau gak menang, terus buat apa berjuang?
Dalam dunia kompetisi, yang diperlukan itu cuma menang.
Gak ada hal lain yang perlu dilakukan selain menang.
Cuma satu hal yang harus diperebutkan, yaitu menang.
Karena semua orang memang ingin menang, kan?
Penghargaan buat usaha keras itu omong kosong!

Cut!

Cukup sampai di situ.
Aku memang pernah berpikir gitu.
Waktu aku biasa mendapatkan apa yang aku mau.
Tapi setelah beberapa kali mengikuti kompetisi.
Beberapa kali menang, dan beberapa kali kalah
(akhir-akhir ini aku lebih sering kalah karena aku baru sadar kalau dunia ini memang luas dan banyak orang yang lebih hebat di luar sana)
Aku jadi berpikir...
Kalau tujuanku cuma untuk menang, terus kalau aku kalah gimana dong?
Bunuh diri?
Histeris kayak orang gila?
Atau membunuh orang yang berhasil ngalahin aku?
Gak mungkin, kan?
Kalah dan menang itu biasa.
Klise ya?
Tapi memang itu kenyataannya.
Gak perlu takut kalah.
Mungkin memang ada segelintir orang bodoh yang hanya menilai sesuatu dari hasilnya saja. Tapi gak menutup kemungkinan kalau ada juga orang-oang jenius yang bisa menghargai hidup dan melihat sesuatu berdasarkan proses.
Anggap saja kau sedang berjalan di hutan rimba yang penuh semak belukar dan belum ada yang membuka jalan.
Kalau kau memutuskan untuk terus, maka jalan saja, buka jalan sendiri untuk dirimu. Dan ketika kau sampai di tempat tujuan, coba lihat ke belakang dan temukan jalan yang sudah kau buat sendiri. Apakah cukup lebar atau sempit? Apa cukup rapi atau berantakan? Apapun hasilnya, tapi itulah jalan yang kau buat. Proses yang kau lalui, yang memberi banyak pengalaman sebelum kau membuka jalan yang baru lagi.
Terserah kalaupun kau harus sampai yang paling belakangan, yang penting kau sudah membuat jalanmu sendiri.

Soal menang atau kalah, itu semua orang pasti pernah merasakannya. Aku pernah baca di Manga ’Eyeshield 21’. Ada beberapa hal yang membedakan para atlet, ketika mereka terjatuh...
- Atlet hebat yang berhasil akan langsung berdiri dan kembali berlari.
- Atlet standar yang biasa-biasa saja akan menunggu beberapa saat sebelum bangkit lagi dan berlari.
- Atlet gagal yang pecundang tak akan pernah bangkit lagi dan menjadi penonton di sudut lapangan.
(Darel Royal)

Nah, sekarang tergantung kau mau pilih yang mana.
Tak ada yang salah dengan kekalahan.
Bukankah kau akan lebih bisa menghargai kemenangan, kalau kau pernah kalah?
Tak peduli berapa kali pun kau terjatuh.
Sesuatu yang tak membunuhmu itu akan membuatmu semakin kuat, kan?
Semakin kuat lagi...
Semakin kuat...
Dan lakukan semua yang kau bisa...
Dengan caramu sendiri...
Karena menang itu, cuma bonusnya aja >o<

NB: Terima kasih buat semua saran dan masukan dari juri. Aku janji kalau ada kesempatan lagi, aku pasti berusaha lebih baik dan lain kali aku akan menang!
Ganbatte...!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar