Senin, 24 Mei 2010

Komik Korea juga Gak Kalah Bagus dengan Jepang


17 Mei 2010

 Aku penggila Jepang. Aku suka semua yang berbau Jepang (tapi kalau Jepang ‘n Indonesia perang aku bakal tetap berjuang untuk Indonesia – ceileh…)
Rail Road karya Yun Mi-Kyung.
Luar biasa.
Menarik.
Ini karya emas.
Udah selesai baca pun aku masih pengen bolak-balik halamannya.
Ceritanya alami. Mengalir begitu saja.
Si Korea yang namanya Yun Mi-Kyung ini benar-benar ahli dalam hal mengobok-obok hati pembacanya. Karyanya luar biasa menyentuh.
Gak ada kata lain selain LUAR BIASA.
Kisahnya tentang Hamin, si kondektur kereta api.
Dalam kesehariannya, dia berjumpa banyak orang, dengan berbagai kisah.
Diceritakan dengan cara-nya si Yun Mi-Kyung. Rail Road jadi karya yang hebat.
Tapi, cerita ini bukan cuma tentang orang lain.
Kisahnya tetap tentang Hamin sebagai pemeran utama.
Si Hamin ini orang yang baiknya gak ketulungan, dia polos, suka membantu, dan punya impian menjadi kondektur kereta galaksi 999.
Impian yang childish tapi semua orang suka dengan dia yang seperti itu.
Pokoknya kalau gak baca sendiri gak bakal tahu istimewanya komik ini.
Rasanya kalau aku cerita lebih jauh lagi, bisa merusak Rail Road yang sebenarnya.
Soalnya cara si Yun Mi-Kuang bercerita ini ISTIMEWA, jadi kalau aku ceritakan ulang, Rail Road jadi nggak semenarik yang sebenarnya^^
Komik juga punya sisi menarik yang gak kalah dari novel.
Kalau novel bisa menyuguhkan kisah-kisah menyentuh.
Komik juga bisa. Bahkan kadang lebih terkesan nyata.
Seperti Rail Road ini.
Kalau selama ini aku selalu tergila-gila dengan komik Jepang.
Kali ini Yun Mi-Kyung benar-benar menunjukkan kalau Korea juga bisa membuat komik yang bagus dan gak kalah menarik dengan komik Jepang.
Memang dilihat dari segi gambar banyak banget perbedaannya.
Tapi memang komik Korea itu ciri khasnya beda dengan punya Jepang.
Cerita komik Korea biasanya lebih realistis. Menggambarkan kehidupan nyata. Tidak terlalu berlebihan, menyentuh (sampai kadang aku suka kesal baca ending komik Korea karena sering sad ending). Tapi emosiku benar-benar ketarik ke dalam ceritanya.
Rail Road membuat otakku terus memikirkan ceritanya bahkan setelah aku selesai membaca!
Aku pernah dengar kalau katanya ’tulisan yang bagus itu adalah tulisan yang masih melekat di pikiran pembacanya bahkan setelah selesai membaca’
Komik Korea, menyisakan banyak hal setiap kali aku membaca kata ’fin’ di lembar terakhirnya. Luar biasa memang. Benar-benar luar biasa.
Pokoknya Jepang harus hati-hati kalau gak mau tahta para komikus nya direbut sama komikus-komikus dari Korea^^

KOMIK BUKAN BACAAN SAMPAH...!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar