Jumat, 30 Juli 2010

Mitos Piramid (3)

Ini pembahasan terakhir tentang mitos piramid. Piramid itu bisa apa saja, tapi kali ini kita akan membahas piramid sebagai makam Pharaoh. Piramid pertaman dibangun di atas Mastaba yang merupakan makam Raja Djoser, walaupun dari piramid Pharaoh tak pernah ditemukan mumi. Tapi ada mumi yang ditemukan di piramid Ratu. Di piramid Pharaoh ditemukan guci Canopus yang pasti diletakkan di sisi mumi. Berdasarkan itu, maka bisa jadi piramid adalah memang makam Pharaoh.

Kemudian, ada 3 bilik di piramid Raja Khufu, bilik Raja (paling atas), bilik Ratu (di tengah), dan makam bawah tanah (paling bawah). Kenapa makam bawah tanah diabaikan begitu saja di tengah pembuatannya? Kenapa ada bilik Ratu? Kenapa ada lubang di bilik Raja, sedangkan di piramid lain gak pernah ditemukan lubang seperti ini? Memang ada lubang yang sama di bilik Ratu, tapi ketika digunakan robot untuk menyelidiki lubang ini, ada batu yang menyumbat. Setelah batu itu disingkirkan, ada batu lain lagi yang menyumbat, apa sebenarnya yang ada di ujungnya? Untuk apa koridor utama (tempat luas di dalam piramid) dibuat? Kenapa ‘bilik pengurang bobot’ (dibuat demikian untuk mengurangi beban yang diterima bilik Raja di bawahnya) hanya dibuat di atas bilik Raja, sedangkan bilik Ratu yang sebenarnya menerima beban lebih berat tidak dilengkapi dengan bilik ini di atasnya? Kenapa gak pernah ditemukan mumi Pharaoh dari dalam piramid, padahal ada makam batu yang ditemukan.

Tapi kosong. Kenapa?

C.M.B. membahas semuanya (tapi yah berdasarkan persepsi Motohiro Katou yang diuraikan oleh Shinra. Jawabannya sama seperti misteri Bent Pyramid (apa lagi ini?) ok, pelan-pelan ya...

Piramid Bent adalah piramid yang bentuknya agak aneh. Segitiganya gak sempurna. Lereng permukaan segitiga piramid yang awalnya dibuat terlalu curam, tiba-tiba sudutnya berubah menjadi tidak terlalu terjal. Kabarnya, ini karena perubahan konstruksi di tengah pembuatannya karena sadar kalau dibuat terlalu terjal nanti bisa rontoh (longsor). Jadi, jawaban untuk semua pertanyaan di atas ada pada perubahan konstruksi di tengah pembangunan.

Alasan pembangunan makam bawah tanah dihentikan di tengah-tengah adalah karena kecenderungan meluapnya sungai Nil. Dulu bibir sungai Nil memcapai ‘kuil bibir sungai’ dan setiap tahun mengalami banjir. Konon air bisa meluap sampai nyaris menyentuh Sphinx. Karena itulah, makam pun dinaikkan ke posisi bilik Ratu. Lalu awalnya dipasang sumbat batu dari arah luar dan akhirnya dipasang juga di sisi dalam supaya maling gak bisa masuk. Tempat meletakkan batu yang menjadi sumbat itulah yang kemudian jadi koridor utama. Kemudian karena ada bagitu banyak bilik akibat rekonstruksi, dikhawatirkan kamar di bawahnya jadi melesak. Maka dibuatlah ‘bilik pengurang bobot’ di atas makam Raja.

Terus, dua lubang yang ada di bilik Raja itu adalah lubang yang menghadap ke rasi bintang Draco dan rasi bintang Orion. Karena orang Mesir kuno punya kepercayaan sendiri terhadap bintang-bintang. Jadi ada teori yang mengatakan kedua lubang itu dibuat agar roh yang lepas dari tubuhnya bisa pergi ke bintang. Tapi menurut Shinra, itu dibuat sebagai ventilasi karena hawa di dalam bilik yang dikelilingi dengan batu belaka gak mungkin bagus, jadi ditakutkan muminya bisa rusak, makanya dibuat lubang ventilasi.

Bentuk kedua lubang itu tidak mendatar, tapi semakin ke bagian luar semakin menukik, lubangnya dibuat dengan sudut miring supaya letak ruang makam tetap disembunyikan. Lubang di bilik ratu tersumbat karena bilik itu toh gak digunakan, jadi dianggap gak perlu.

Satu lagi, alasan kenapa mimi Pharaoh gak pernah ditemukan di dalam piramid. Secara akal sehat, itu udah jelas karena pencurian. Soalnya coba bayangkan, makam semegah dan menyolok seperti itu plus dikubur bersama harta. Udah pasti jadi incaran pencuri, kan?

Yah... jawaban Shinra cukup logika, sih. Itu karena memang piramid itu buatan manusia. Walaupun dibuat oleh orang Mesir kuno, namanya manusia ya manusia. Memang terkesan mistis karena banyak misterinya. Tapi sebenarnya alasannya sederhana saja (jadi, bukan alien, loh...).

Biarpun begitu, tetap aja itu cuma teori dan gak ada bukti pasti.
Biar manusia penasaran seperti apapun, piramid tetap membisu dan gak bakal menjawabnya, kan.

Sumber: Motohiro Katou, “Canopus – C.M.B. Vol. 06”
- Tamat -

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar