Jumat, 30 Juli 2010

Marujime Neko

*Marujime: lambang ‘shime’ (mengikat) dalam ‘maru’ (lingkaran).
‘shime’ di sini bentuknya kayak pita merah HIV/AIDS itu loh...
*Neko: Kucing

Pernah gak masuk ke toko orang Cina?
Pasti beberapa kali kamu bakal ngeliat ada boneka kucing yang tangannya goyang-goyang kayak lagi manggil gitu. Itu namanya Maneki Neko.
Nah, Marujime Neko ini adalah salah satu bentuk dasar dari Maneki Neko.
Bedanya Marujime Neko dengan Maneki Neko adalah karena dipunggung kucing Marujime Neko ada lambang ‘Marujime’. Kalau yang sering kita lihat sekarang itu Maneki Neko. Karena Marujime Neko udah langka. (koreksi saya kalau salah).

Ada banyak kisah seputar asal-usul Maneki Neko yang konon merupakan penarik tamu dan peruntungan itu.
Salah satu yang terkenal adalah kisah dari Naotaka i’i yang berteduh di bawah pohon depan gerbang kuil Gotokuji waktu hujan deras. Terus tiba-tiba dia melihat ada kucing di dekat pintu kuil yang muncul dan menggerak-gerakkan tangan seolah sedang memanggilnya. Waktu dia berjalan mendekati di kucing sambil masih agak bingung, tiba-tiba ada petir yang menyambar pohon tempat dia berteduh tadi. Jadi dia menganggap kalau kucing tadi yang udah menyelamatkannya.
Setelah itu, kuil Gotokuji menjadi kuil sesembahan utama keluarga i’i. Dan pihak Gotokuji kabarnya membuat patung Maneki Neko berdasarkan cerita itu.

Cerita lain menyebutkan, ada seorang wanita penghibur (Oiran) terkenal dari Yoshikawa, Usugumo konon sangat menyukai kucing. Sehingga menciptakan porselen kucing itu dan jadi menyebar ke seluruh tempat.

Kemudian, ada juga legenda Marujime Neko. Alkisah, sepasang suami istri miskin yang hidup di Edo memelihara seekor kucing. Ketika kehidupan semakin sulit, mereka gak punya pilihan selain membuang kucing itu walau dengan berat hati. Dan malam itu kucing tersebut muncul dalam mimpi mereka sambil bilang “Terima kasih sudah menyayangiku selama ini. Buatlah boneka berbentuk diriku dan lukis simbol ‘Marujime’ di punggungnya, pasti akan ada hal terbaik yang terjadi. Meong”

Gitu...

Jadi, keduanya pun mulai membuat boneka porselen dengan tulisan ‘Marujime’ di punggung, seperti yang diucapkan si kucing dalam mimpi, dan menjualnya.
Hmm... Dari beberapa kisah itu, terserah mau menganggap kisah mana yang paling masuk akal tentang Maneki Neko ini.

Sumber: Motohiro Katou, “Marujime Neko – C.M.B. Vol. 11”

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar