Kamis, 18 Maret 2010

Sedikit Tentang Konflik Kashmir

KONFLIK INDIA-PAKISTAN (SENGKETA DI WILAYAH KASHMIR)

Secara geografis, Kashmir terletak di bagian utara India berbatasan dengan Pakistan di bagian barat dan china di bagian timur sepertiga dari wilayah Kashmir yang disebut Azad Kashmir dikuasai oleh Pakistan dan dua pertiga wilayah ini yaitu Jammu dan Kashmir dikuasai oleh India. India dan Pakistan adalah dua negara di asia selatan yang selalu di rundung konflik laten di antara keduanya. konflik yang sampai sekarang belum menemukan titik temu di antara keduanya disebabkan oleh beberapa faktor pemicu, yaitu: disebabkan oleh faktor sejarah, faktor agama, faktor politik, faktor campur tangan asing, faktor keamanan, faktor persaingan pengaruh.

Sumber tuntutan kemerdekaan Kashmir akan diterangkan, sbb:

a) Sumber primordial
Pengalaman sebagai bangsa terjajah, dan keyakinan mereka secara historis mempunyai identitas yang berbeda dengan kelompok etnik lainnya. Identitas terkenal mereka adalah Kashmiriyat (Kashmiriness), identitas yang memberikan ekslusivitas agama, bahasa, dan teritori. Apabila muslim lainnya di India menggunakan bahasa Urdu sedang orang Hindu menggunakan bahasa Hind, Kashmir menggunakan bahasa Khasmiri. Mereka merasa memiliki alasan sejarah, kultural, dan geografis (yang terisolasi).

b) Sumber Konstekstual
Sumber Konstekstual terbagi lagi menjadi beberapa sumber. Pertama, sumber politik. Intervensi New Delhi yang membuat rakyat Kahsmir semakin tidak percaya, serta semakin banyaknya masyarakat Kashmir yang berpendidikan. Sulitnya warga Kashmir masuk institusi militer dan lembaga pemerintahan, dan pembatasan media massa. Juga banyak tokoh politik vokal yang diintimidasi atau ditangkap. Kedua, sumber Ekonomi. Bukan faktor utama, tetapi berpengaruh terutama dalam diskriminasi perolehan pekerjaan dan pendidikan. Ketiga, sumber sosial. Kebijakan beragama diskriminatif, sebagai misal Konstitusi India 1950 yang memberikan kebebasan menjalankan ibadah, sering tidak sesuai dengan kenyataan yang ada (Edwin MB Tambunan: 2004). Sebagai contoh pembatasan kegiatan dakwah, pengkaderan dan pendidikan Islam yang dibatasi oleh pemerintah India. Keempat, sumber Konstruktif. Dari segi tujuan, pejuang Kashmir terbagi menjadi dua, ada yang menginginkan aksesi dengan Pakistan, dan ada yang menginginkan merdeka penuh. Tujuan kemerdekaan penuh (pro-Azadi) juga terbagi dalam dua hal yakni merdeka atas dasar nasionalisme sekuler JKLF, dan merdeka atas dasar Islam atau disebut juga The People League. Kelima, sumber internasional. Menurunnya dukungan AS kepada Pakistan, dan Uni Soviet kepada India pasca perang dingin.

Adapun upaya-upaya penyelesaian secara damai India-Pakistan adalah sebagai berikut:
1. Pihak berwenang Pakistan menangkap lebih dari seratus orang aktivis garis keras, termasuk beberapa anggota kelompok yang dituduh India melancarkan serangan terhadap gedung Parlemen India pada 13 Desember 2001
2. Jalur kereta api India-Pakistan kembali dibuka.
3. Kedua negara sepakat menghapus pembatasan visa, dan membuka jalur diplomatik.
4. Adanya pertemuan PM India, AB. Vajpayee dengan kelompok separatis Kashmir.
5. Kedua pemimpin negara India dan Pakistan sepakat menyatakan kemungkinan pembangunan jaringan pipa gas alam yang menghubungkan India dan Pakistan.
6. India secara bertahap menarik mundur pasukannya dari wilayah sengketa Kashmir.
7. Mengadakan dialog-dialog yang intensif antara India-Pakistan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar