Minggu, 28 Maret 2010

“Apa cuma ‘aku’ yang egois?”

Kalau diminta untuk menggambarkan aku dalam satu kata, aku pilih
“Egois”

Aku gak malu ngakui kalau aku memang egois. Kepentinganku dan semua yang bisa membuatku merasa senang ada di atas segalanya bagiku.
Termasuk kepentinganku untuk masuk Surga dan mencapai Ridho-Nya, kepentinganku untuk sukses dan membanggakan keluargaku, kepentinganku supaya bisa bahagia dunia dan akhirat.
Pokoknya semua hanya seputar kepentingan dan kebahagiaanku.
Itulah hal yang menjadi ke-cinta-an ku, dan menjadi hal penting yang ingin kulindungi.
Tapi setiap orang juga memiliki kecintaan dan hal penting yang ingin dilindunginya.
Makanya suatu saat akan tiba waktunya ketika aku harus menghancurkan apa yang dilindungi orang lain demi melindungi apa yang kuanggap penting.
Dan itulah yang disebut “permusuhan”.
Saat itulah aku punya apa yang biasanya disebut orang sebagai “musuh”.

Kalau bertanya kenapa didunia ini harus ada perang, konflik, perpecahan, pembunuhan, dan segala macamnya. Itu karena setiap orang punya sesuatu yang ingin dilindungi.
Jadi kalau ada yang mengatakan:
“Seandainya dunia dipenuhi dengan cinta pasti akan damai”
Apa benar begitu?
Bukankah karena “cinta” itu makanya ada permusuhan?
Karena orang memiliki “cinta”nya masing-masing.
Melindungi “cinta”nya masing-masing.
Dan rela saling menghancurkan demi menjaga “cinta”nya masing-masing...
Lalu apa yang harus dilakukan untuk bisa damai?

“Damai?”
Itu hanya kata-kata khayalan.
Kalau mau damai, jangan hidup dengan siapapun.
Cari saja tempat untuk hidup sendirian, kalau sendirian ‘kan tidak perlu berbenturan dengan orang lain.
Kalau aku sih, sampai kapanpun aku gak akan pernah siap untuk hidup sendirian...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar