Senin, 05 April 2010

Sistem Dunia (International System)


Tulisan ini akan membahas lebih lanjut mengenai sistem dunia. Untuk memahami sistem dunia, akan lebih mudah jika memahami teori sistem dunia terlebih dahulu. Teori sistem dunia adalah perspektif makrososiologi yang berupaya menjelaskan dinamika ekonomi dunia kapitalis sebagai sistem yang bersifat total. Pendekatan ini digunakan oleh Immanuel Wallerstein. Teori sistem dunia juga mengadaptasi teori ketergantungan (dependency theory). Oleh sebab itu, sistem dunia sering dikaitkan dengan ketergantungan atau dengan kata lain sistem dunia adalah suatu bentuk ketergantungan. Asumsi teori sistem dunia adalah adanya bentuk hubungan negara dalam sistem dunia yang terbagi dalam tiga bentuk negara yaitu negara sentral, negara semi pinggiran dan negara pinggiran.


Teori Sistem Dunia dan Teori Dependensi

Walaupun teori sistem dunia dan teori dependensi memiliki beberapa kesamaan, namun terdapat perbedaan pokok antara keduanya. Pertama, adalah pada unit analisis yang digunakan. Teori dependensi menggunakan unit analisis pada tingkat negara atau nasional, sedangkan teori sistem dunia menggunakan unit analisis global atau sistem dunia yang merupakan gambaran dari hubungan antar negara. Perbedaan kedua adalah pada metode kajian. Teori dependensi menggunakan metode historis struktural yang mempelajari masa pasang surut sebuah negara. Teori sistem dunia menggunakan dinamika sejarah sistem dunia secara global.

Perbedaan ketiga adalah pada struktur teori, dimana teori dependensi menggunakan struktur teori dua kutub, sedangkan teori sistem dunia menggunakan struktur teori tiga kutub. Perbedaan selanjutnya adalah pada arah pembangunan. Teori dependensi menyatakan bahwa pembangunan bersifat searah dan deterministik sari negara sentral ke negara pinggiran. Teori sistem dunia menyatakan bahwa arah pembangunan lebih bersifat fleksibel dengan adanya peluang perpindahan status suatu negara dalam sistem dunia. Sedangkan perbedaan terakhir adalah pada arena kajian. Teori dependensi menjadikan negara pinggiran sebagai arena kajian, sedangkan teori sistem dunia menggunakan negara pinggiran, negara semi pinggiran dan sistem ekonomi dunia sebagai arena kajiannya (Perpektif Sistem Dunia, http://learning-of.slametwidodo.com).

Sistem Dunia Menurut Pandangan Liberalis

Sistem internasional bukanlah suatu inti dari sudut pandang liberal. Jadi tidak mengherankan jika dapat ditemukan tiga konsep berbeda dari sistem internasional dalam pemikiran liberal. Konsep Pertama, melihat bahwa sistem internasional bukanlah suatu struktur tapi sebuah proses dimana terjadi interaksi dari beberapa bagian yang berbeda dan dimana banyak aktor belajar dari interaksi. Konsep Kedua, konsep kedua liberal adalah sistem internasional datang dari tradisi masyarakat internasional Inggris. Konsep dari sistem internasional memiliki pengertian normatif; pandangan liberal internasional sistem seperti sebuah arena dan proses untuk berinteraksi secara positif. Konsep Ketiga, pandangan ketiga liberal mengenai sistem internasional adalah insitusi neoliberalisme, sebuah pandangan yang datang lebih dekat kepada pemikiran realis.


Sistem Dunia Menurut Pandangan Realis

Realis membedakan sistem internasional berdasarkan dimensi dari polaritas (kutub-kutubnya) dan stratifikasinya. Polaritas merujuk pada jumlah negara yang menggunakan kekutan di dalam sistem internasional, di dalam polaris termasuk unipolar, bipolar, dan multipolar. Stratifikasi mengacu pada ketidakseimbangan dari sumber-sumber tergantung pada perbedaan kelompok negara. Sistem internasional membagi atas bagian-bagian tegantung dari negara mana yang memiliki sumber yang vital, seperti minyak, kekuatan militer atau kekuatan ekonomi. Selain itu, yang perlu diketahui dalam pandangan realis mengenai sistem dunia ini adalah bahwa kebijakan realis mengubah sistem menjadi tiga faktor, sebagai berikut:

a. Perubahan dalam aktor dan sebab dari distribusi kekuatan.

b. Perubahan dalam dugaan dari sistem.

c. Perubahan yang berasal dari luar sistem.



Sistem Dunia Menurut Pandangan Radikalis

Sebaliknya dari realis yang hasil sistemnya stabil, radikal lebih ingin untuk mengubah dan menemukan mengapa perubahan itu sangat sulit untuk dicapai. Radikalis percaya bahwa perbedaan ekonomi akan membangun struktur dari sistem internasional dan semuanya akan bergerak dan bertentangan dalam berinteraksi di struktur ini.

(Essentials of International Relations. Internasional system, http://langkahkecilkaki.blogspot.com.)

Sistem dunia dapat disimpulkan sebagai suatu ketergantungan, beberapa ahli bahkan menyebutnya sebagai imperialisme atau kapitalisme. Teori sistem dunia menerangkan suatu pendekatan sistem dunia yang menggunakan tiga kutub, yaitu negara pinggiran, semi pinggiran, dan negara sentral. Sedangkan teori ketergantungan yang merupakan teori yang diadopsi teori sistem dunia, menggunakan dua kutub yaitu negara pinggiran dan negara sentral. Teori sistem dunia adalah teori yang dikemukakan oleh Immanuel Wallerstein dan merupakan bentuk perkembangan dari teori dependensia. Mengasumsikan bahwa semua negara-negara dunia ketiga atau negara sedang berkembang pada dasarnya sama dan kemudian membuat pernyataan-pernyataan umum mengenai hal ini tidak dapat dilakukan begitu saja. Sebelum mengambil kesimpulan tentang hal tersebut, suatu analisa tentang cara-cara bagaimana negara-negara terbelakang di dunia ketiga masuk ke dalam ekonomi kapitalis dunia dan suatu studi tentang pembentukan kelas-kelas sosial adalah perlu agar perbandingan dapat dilakukan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar