Minggu, 25 April 2010

Surat Untuk Sepasang Kekasih

15 April 2010
Semua yang udah rusak itu memang gak bakal bisa kayak semula lagi, ya.
Gelas yang pecah, kertas yang sobek, pakaian yang kena tinta, kulit yang tergores. Walaupun bisa diperbaiki, tapi tetap gak akan bisa kayak semula lagi.
Cinta di dunia ini juga memang gak ada yang abadi, kan?
Semuanya fana. Suami-istri aja bisa saling mengkhianati, pasangan kekasih apalagi, hubungan pertemanan juga bisa berubah jadi badai ‘n ngancurin diri sendiri.
Kupikir dua orang yang paling kusayangi itu bakal terus sama2 sampai sudah tua dan semua rambut mereka memutih. Tapi sepertinya ada yang udah rusak di antara mereka, sesuatu yang udah lama rusak dan berusaha ditutupi dariku. Dari kami...
Rusak.
Biar diperbaiki seperti apapun tetap gak akan kembali seperti semula lagi.
Apa yang mereka pikirkan?
Tidak bisakah bertahan sedikit lagi?
Sebentar saja, apa memang sudah tidak bisa bertahan lagi?
Padahal aku masih punya banyak hal yang ingin kulakuin buat mereka.
Aku mau nanti, suatu saat, aku pulang ke tempat yang bisa kusebut sebagai “kampung halaman” dan mereka berdua ada di sana. Berdua di bawah atap yang sama, menunggu kepulangan q. Menunggu kepulangan kami...
Apa gak bisa bertahan sebentar lagi?
Apa gak bisa saling menjaga sebentar lagi? Sampai aku berhasil mengembalikan semuanya pada kalian, paling tidak, bisa memberikan sepersekian persen dari semua yang sudah pernah kalian berikan untukku?
Apa memang benar-benar gak bisa seperti dulu lagi?
Tolong jangan biarkan semua ini rusak lebih jauh lagi...
Aku mau kalian tetap berada di sana, tetap seperti itu, seperti yang pernah kalian lakukan dulu. Pasti selalu ada jalan untuk kembali. Aku yakin kalian pasti bisa melakukannya. Menjaga sesuatu yang berharga. Demi aku, demi kami yang sudah menjadi saksi betapa kalian dulu sangat saling mencintai dan melengkapi, demi sesuatu yang selama ini sudah kalian jaga selama berpuluh-puluh tahun, demi semua itu...
Cobalah untuk memperbaikinya lagi...
Cobalah untuk bertahan sedikit lagi, sampai kalian yakin bahwa ruang2 yang ada di antara jemari tangan kalian memang tercipta agar kalian bisa saling menggenggam satu sama lain...
Karena aku ingin kalian tahu, biarpun cinta di dunia ini fana, biarpun cinta yang paling sejati hanyalah untuk-Nya.
Tapi, aku akan selalu mencintai kalian, sampai kapanpun...
Sampai kapanpun...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar