Senin, 24 Mei 2010

Cinta itu Kata-kata yang Merepotkan.

18 Mei 2010

Ini cerita bodoh tentang orang bodoh yang luar biasa bodoh kalau soal cinta.
Dulu si bodoh (sebut saja begitu) mengenal kata cinta cuma untuk Sang Pencipta dan untuk keluarganya. Tapi sekarang ada orang lain yang bilang ”itu” ke dia. Dan dia gak tau harus percaya atau gak. Masalahnya si Fulan (nama disamarkan demi masa depan orang yang asli) yang menyatakan cinta itu adalah teman baik si bodoh. Udah dari SMP mereka berteman ’n tiba-tiba aja si Fulan bilang gitu. Hhhh...
Si bodoh itu memang bodoh kalau soal cinta.
Dia gak begitu peduli dan menjalani kehidupan seperti biasa. Kalau jumpa dan ngobrol dengan Fulan, dia tetap seperti biasa. Fulan juga gak nanya gimana perasaan si bodoh sama dia. Jadi si bodoh tetap aja bersikap seperti Fulan gak pernah bilang apa-apa.
Si bodoh bersikap biasa karena dia pikir Fulan bukan orang yang istimewa dan apa yang udah terjadi juga bukan sesuatu yang istimewa.
Mereka teman. Ya, mereka teman. Karena dari dulu memang begitu.
Terus, muncul junior si bodoh yang ngaku suka sama Fulan. Si Bunga (nama samaran).
- Kok lama-lama jadi kayak berita kriminal gini sih? -
Bunga curhat macam-macam sama si bodoh karena status si bodoh sebagai teman akrab Fulan. Ceritanya banyak banget, sampai telinga si bodoh kayak kejepit pintu saking dah pegalnya tu kuping (?)
Bunga bahkan banyak cerita tentang perjalanan hidupnya yang (katanya) sibuk banget. Amat sangat luar biasa sibuk sekali. Tapi yang membuat si bodoh heran, kalau Bunga sibuk kenapa dia sempat datang ke si bodoh cuma buat cerita hal yang rasanya sama sekali gak penting.
Si Bunga itu seperti mau menunjukkan kalau dia juga orang yang gak kalah eksis, gak kalah berprestasi, ’n gak kalah semuanya deh dibandingkan si bodoh.
Dengan pura-pura sebagai junior yang menghormati si bodoh – katanya sudah menganggap si bodoh sebagai kakaknya sendiri. Bunga punya maksud lain mencari si bodoh dan menceritakan semua hal yang gak ada hubungannya dengan si bodoh itu.
Setelah diselidiki. Ternyata benar.
Bunga tau kalau si Fulan dah lama suka dengan si bodoh, si Bunga ini sepertinya memang bermaksud membanding-bandingkan dirinya dengan si bodoh.
Dia bersikap manis sekali di depan si bodoh. Tapi dia jelas-jelas benci dengan si bodoh.
Si bodoh merasa ada yang salah dan menghubungi Fulan, dia nanya ada apa sebenarnya? Jadi ternyata si Fulan itu udah pernah nerima cintanya si Bunga. Mereka udah pernah jadian. Terus Bunga ditinggalkan sama si Fulan dengan alasan kalau Bunga terlalu posesif dan keluarga Fulan gak suka sama si Bunga.
Si bodoh gak ngerti dengan hatinya. Entah kenapa dia benci mendengar kenyataan itu. Dia benci mendengar pengakuan Fulan kalau ternyata memang Bunga pernah menggantikan posisinya sebagai orang yang disukai Fulan. Perasaan benci dan kecewa si bodoh mungkin karena dia merasa Fulan benar-benar cinta dengannya dan gak bakal melihat cewek lain. Mungkin karena dia merasa Fulan akan tetap setia menunggu si bodoh membalas perasaannya. Mungkin karena dia merasa selama ini dialah yang istimewa di mata Fulan. Tapi cinta bukan hal yang bisa dimengerti begitu saja. Apalagi untuk orang seperti si bodoh yang memang terlalu bodoh kalau soal cinta.
Si bodoh gak ngerti dengan perasaannya sendiri. Dia dengan santainya bilang ke Fulan
”Jadi gitu? Ya ampun, aku jadi dibenci sama junior ku nih. Gara-gara kamu aku jadi kayak punya musuh. Hhh... kenapa aku harus terlibat dengan percintaan kalian yang rumit itu?”
Kenapa si bodoh harus terlibat dengan percintaan antara Fulan dan Bunga yang rumit itu?
Kenapa? Apa memang karena yang dicintai Fulan itu sebenarnya cuma si bodoh? Apa karena sebenarnya diam-diam si bodoh sudah meletakkan Fulan dalam posisi yang istimewa di hatinya?
Apa benar begitu?
Sebenarnya siapa yang paling bodoh dalam cerita bodoh ini?
Fulan yang mengaku cinta pada si bodoh dan kemudian menjalin cinta dengan Bunga?
Bunga yang terlalu mencintai si Fulan sampai akhirnya harus membenci senior yang selama ini udah dianggap sebagai kakaknya sendiri?
Atau si Bodoh yang memang terlalu Bodoh kalau soal cinta?
Entahlah...
Tapi yang pasti cinta selalu mengambil tempatnya sendiri di dalam hati setiap orang.
Cinta itu pintar mempermainkan kehidupan orang lain.
Cinta itu bisa berwarna hitam dan berasal dari neraka.
Cinta itu juga bisa berwarna putih dan berasal dari surga.
Cinta itu... anugerah untuk orang-orang yang bisa memahami dan menjaganya.
Cinta itu…
Apa?
Dasar Bodoh.
Ini benar-benar cerita bodoh.
(mulutku aja sampai monyong karena dalam cerita ini berkali-kali nyebut ’bodoh’)>_<

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar