Senin, 24 Mei 2010

Militer Iran

Militer Iran terbagi atas dua pasukan, yaitu pasukan militer negara (tentara nasional) dan pasukan militer revolusi (garda revolusi). Kedua pasukan bersenjata ini diletakkan di bawah kuasa Menteri Pertahanan dan Logistik Pasukan Bersenjata Iran. Tentara nasional Iran beranggotakan 420.000 personel yang terbagi ke dalam tiga kelompok utama, yaitu Angkatan Darat Iran (350.000 personel), Angkatan Udara Iran (52.000 personel), dan Angkatan Laut Iran (18.000 personel). Garda revolusi beranggotakan 250.000 personel yang terbagi ke dalam lima cabang, yaitu Pasukan Qods (pasukan khusus), Basij (paramiliter), Angkatan Laut Revolusi, Angkatan Udara Revolusi, dan Angkatan Darat Revolusi. Basij adalah tentara paramiliter yang beranggotakan ratusan ribu personel (termasuk personel cadangan) ditambah dnegan 11.000.000 lelaki dan perempuan yang siap dimobilisasi setiap saat. Kekuatan militer Iran dirahasiakan dari pengetahuan umum. Tapi, Iran telah mengumumkan pengembangan sejumlah senjata, seperti peluru kendali Fajr-3, peluru kendali Kowsar, peluru kendali Fateh-110, peluru kendali Shahab-3, dan senjata-senjata mililter lainnya .
Iran telah mendorong program perkembangan persenjataan dalam beberapa tahun belakangan untuk dapat membela diri. Iran telah mampu memproduksi jet tempurnya sendiri dan juga kendaraan lapis baja, demikian halnya dengan peluru kendali yang tidak terdeteksi radar dan sejumlah senjata canggih lainnya. Menteri pertahanan Iran telah meresmikan produksi hovercraft (kapal apung, kendaraan yang bisa berjalan baik di darat dan di laut) Younes 6. Iran juga telah mengembangkan sejumlah perlengkapan eksklusif, seperti kapal berkecepatan tinggi, kapal muatan, pesawat udara dengan bobot yang ringan dan kapal selam siluman mini sebagai bagian dari upayanya untuk meningkatkan kemampuan pertahanan maritim dan operasi-operasi bawah laut. Perlengkapan dan produksi yang tengah berlangsung di Iran berkaitan dengan alat elektronik dan manual untuk dipergunakan dalam peperangan, sistem radar dan sonar, kendaraan air dan udara, sisitem laser dan elektro optik juga kacamata canggih untuk melihat dalam kegelapan, alat komunikasi militer dan alat simulasi peperangan .
A. Angkatan Darat
Angkatan Darat Republik Islam Iran menggelar manuver taktik dengan melibatkan unit infanteri, lapis baja, artileri, komunikasi dan kekuatan udara pada tanggal 9 Mei 2010. Wakil Operasi Angkatan Darat Iran, Brigjend Ali Arasteh mengatakan, AD mendemonstrasikan berbagai taktik tempur di selatan Iran bersamaan dengan manuver Velayat 89 yang digelar oleh Angkatan Laut . Iran juga mengumumkan misil Shab-III yang telah diuji beberapa waktu yang lalu. Misil ini bukan misil jarak jauh, seperti dikabarkan media, tetapi medium-ranged. Iran mengatakan bahwa Shahab III dapat membawa 2 ton hulu ledak sejauh 2000 km. Tetapi sumber-sumber Israel dan Amerika mengatakan bahwa Shahab memiliki maksimum akurasi 1.200 km, yang membuat Israel masih berada di luar jangkauan. Iran diduga memiliki 24 misil Shahab III . Daftar misil yang dimiliki Iran terlampir.
Iran juga telah mempercepat pembuatan sistem pertahanan rudal yang akan lebih baik daripada S-300 milik Rusia. Berdasarkan kontrak, Rusia akan menjual persenjataan ke Iran berupa lima baterai rudal-rudal S-300PMU1, seharga USD800 juta. S-300PMU1 yang diberi kode SA-20 Gargoyle oleh NATO itu merupakan system gerak berbasis darat yang didesain untuk menembak jatuh pesawat terbang dan rudal . Menteri Pertahanan Iran, Ahmad Vahidi membuka dua jalur produksi untuk manufaktur pesawat canggih tanpa awak atau drone. Pesawat tersebut mampu melakukan pengintaian, deteksi, dan serangan dengan dengan ketepatan tinggi. Selain itu, Komandan Unit Artileri dan Misil Angkatan Darat Pasukan Garda Revolusi Islam Iran (Pasdaran), Mahmoud Chahr Baghi menegaskan bahwa Iran siap menembakkan 11 ribu roket pada menit-menit awal serangan musuh. Menurut laporan kantor berita Fars, Jend. Mahmoud Chahr Baghi menandaskan, pada menit-menit paling awal di setiap ancaman musuh, angkatan darat Pasdaran akan menembakkan 11 ribu roket dan rudal menuju target musuh secara tepat. Kecepatan dan volume serangan balasan ini akan berjalan secara simultan dan kontinyu.
B. Angkatan Udara
Informasi mengenai kekuatan AU Iran atau Islamic Republic of Iran Air Force (IRIAF) sepenuhnya datang dari jaringan intelijen Israel. Ironisnya, kebanyakan info yang disajikan Tel-Aviv meleset. Dalam laporan disebutkan bahwa kekuatan IRIAF tak sehebat dulu. Beragam jet tempur asal AS yang pernah dibeli Iran sebagian besar teronggok di darat akibat kelangkaan suku cadang. Tapi, kenyataan di lapangan berbeda. Terbukti pada November 2003 lalu, saat AS dan sekutunya melancarkan serbuan ke Irak, sempat tercium formasi jet tempur F-14A Tomcat IRIAF dalam jumlah besar. Dari pantauan radar AWACS E-3 Sentry AU AS selama 20 menit, didapatkan sedikitnya ada 16 unit Tomcat yang terbang pada ketinggian 30.000 kaki di dalam wilayah udara Iran, dekat kota Dezful. Temuan ini merupakan yang terbesar sejak tahun 1997, ketika pesawat-pesawat AL-AS tanpa sengaja bertemu dengan sembilan pesawat sejenis di Selatan Teluk Persia . Selain itu, pengamatan Barat juga terbantahkan dengan adanya Peringatan tahunan hari angkatan bersenjata republik Islam di Teheran yang diramaikan dengan parade militer. Pasukan militer Iran mengadakan demonstrasi terbang di atas lapangan parade di mana sekitar 200 pesawat jet tempur termasuk Mig-29, F4, F5 dan F7 dan pesawat pengisi bahan bakar diudara akan mendominasi udara Teheran dalam rangka pamer kekuatan angkatan udaranya. Setelah sekian lama membeli peralatan militer dari negara lain dan agar dapat menjadi salah satu negara yang disegani maka dalam dua dasawarsa terakhir Iran mengembangkan teknologi sendiri hasil karya dalam negeri. Tapi, pengamat militer Barat tetap berpijak pada data kekuatan militer Iran yang telah berumur lebih dari 20 tahun.
Hasil temuan di lapangan memang membuktikan, F-14A Tomcat masih jadi tulang punggung kekuatan IRIAF. Kabarnya, Teheran baru akan menurunkan jet tempur digdaya yang hanya dimiliki AS dan Iran ini bila situasi sudah benar-benar gawat. Begitu pun, diluar Tomcat, IRIAF masih mengoperasikan beberapa tipe pesawat tempur lain. Sebut saja diantaranya adalah F-4 Phantom II, MiG-29A Fulcrum, Chengdu F-7M Airguard, Sukhoi Su-24MK Fencer-D, dan Mirage F1EQ. Jelas kemampuan semua tipe jet tadi sudah akrab di telinga pilot-pilot tempur Barat. Persoalan justru datang dari senjata yang dibawanya. Tanpa disangka Teheran memasangi senjata yang tak lazim dipakai. Selama musim panas 2005 misalnya, pilot-pilot Barat kerap memergoki armada Su-24 Fencer IRIAF dibekali rudal antikapal C-802K-2 buatan Cina.
IRIAF tidak sepenuhnya hanya bergantung pada barang-barang impor. IRIAF sanggup memasok sendiri beragam tipe rudal. Tipe pertama yang dijadikan basis adalah AIM-9P2 Sidewinder. Mengusung nama baru yaitu Fatter, kecuali bodi dan motor penggerak, seluruh perangkat avionik memakai buatan lokal. Industri militer lokal Iran berhasil memelihara tingkat kesiapan rudal jarak jauh AIM-54 Phoenix. Dari total 284 unit AIM-54 (termasuk 10 varian latih ATM-54A) yang dibelinya semasa Shah, diperkirakan pada 1999 IRIAF masih punya 160 unit dalam kondisi siap tempur. Atau bila dihitung sekitar 40 persen dari kemampuan semula. Selain diotak-atik sendiri, sejumlah komponen vital rudal kabarnya bisa didapat Iran dari jalur tak resmi.
Iran mulai mengembangkan Program Sky Hawk pada tahun 1986. Industri senjata lokal Iran mencoba untuk menciptakan rudal jenis baru dan yang menjadi sasaran adalah rudal antipesawat (SAM) MIM-23B I-HAWK. Mengusung nama AIM-23 Sedjil, rudal ini disulap menjadi arsenal udara-udara. Sedjil terhitung sebagai rudal jarak sedang. Selain untuk keperluan pertempuran udara, Iran juga merekayasa rudal HAWK bagi kebutuhan serang darat. Arsenal udara-permukan ini diberi nama Yasser. Untuk menciptakannya Iran mengkombinasi rudal MIM-23 HAWK dengan hulu ledak bom M-117 yang berbobot 375 kilogram. Dalam operasi udara, IRIAF memasang rudal Yasser pada armada F-14A dan F-4E Phantom II. Disamping rekayasa berkategori berat, Iran juga melakukan modifikasi kecil. Trik seperti ini diterapkan pada sistem rel-rel peluncur rudal pada armada jet tempur F-4 dan F-14. Hasilnya, kedua pesawat tersebut mampu meluncurkan rudal antipesawat R-73 (kode NATO AA-11 Archer) buatan Rusia.
Kemampuan industri militer Iran tidak hanya sebatas memodifikasi atau rekayasa arsenal udara saja. Islamic Republic Iran Aviation Industry Organization (IRIAIO) atau disebut HESA yang bertanggung jawab terhadap program pembangunan kembali kekuatan udara Iran. Proyek pertama yang cukup berhasil adalah melakukan proses manufaktur semua komponen yang dibutuhkan mesin Tomcat, Pratt&Whitney TF-30-PW-414. Bahkan menurut sumber orang dalam HESA, Iran sudah punya kemampuan merakit penuh mesin TF-30 dengan komponen lokal. Selanjutnya HESA juga dipercaya menggarap dua program pengembangan pesawat militer lokal. Program pertama adalah menciptakan jet latih berkemampuan tempur, Shafaq. Info yang berhasil dihimpun menunjukkan pesawat ini punya banyak kemiripan bentuk dengan Yakovlev Yak-130. Kemampuan melesat hingga kecepatan mach 1 plus dan beragam perangkat avionik berteknologi digital dipastikan jadi standar Shafaq. Berbasis pesawat ini ada peluang IRIAF bakal mengembangkannya untuk keperluan serangan darat. Program kedua dikenal dengan nama M-ATF air superiority fighter. Tapi Teheran tidak mau begitu saja meloloskan info-info tentang proyek ini. Secara garis besar bisa dibilang industri kedirgantaraan Iran punya kapabilitas untuk memproduksi pesawat sendiri. Setidaknya ini dibuktikan oleh HESA yang secara resmi memegang lisensi resmi dari Antonov Rusia untuk membangun varian angkut An-140. Data lebih jelas mengenai pesawat-pesawat tempur Iran terlampir.
C. Angkatan Laut
Mempersiapkan segala kemungkinan serangan militer terhadap Iran, negara tersebut mempersenjatai angkatan lautnya dengan sistem persenjataan tercanggih, yang kabarnya sanggup menembak kapal seperti apapun yang berjarak hingga 300 km (185 mil) jauhnya dari lepas pantai. Armada kapal selam ringan produksi dalam negeri Iran semakin memantapkan langkahnya menyusul bergabungnya kapal selam Ghadir 948 dalam brigade angkatan laut di zona pertama angkatan laut Iran . Kapal selam buatan dalam negeri tersebut dimasukkan dalam armada kapal selam angkatan laut Iran di kota pelabuhan Bandar Abbas, sebelah selatan Iran. Pihak militer Iran mengatakan bahwa kapal selam tersebut dapat dengan mudah menghindari deteksi karena telah dilengkapi dengan teknologi untuk menghindari sonar, selain itu kapal selam tersebut juga dapat menembakkan peluru kendali dan torpedo secara bersamaan. Armada tersebut juga dilengkapi dengan 18 unit kapal berkecepatan tinggi. Angkatan Laut Iran saat ini sudah memproduksi Ghadir dan Nahang. Kapal selam Ghadir dilengkapi dengan peralatan dan teknologi militer tercanggih. Sementara kapal selam Nahang, kapal selam buatan sendiri nomor dua setelah Ghadir, disebut sebagai salah satu proyek pertahanan terbesar Iran.
Pasukan elite Penjaga Revolusi Iran telah memulai latihan perang skala besar di Teluk Persia dan kawasan startegis Selat Hormuz. Iran pernah menyatakan akan menutup Selat Hormuz jika diserang oleh Barat, pernyataan yang membuat latihan perang ini menjadi sangat sensitif. Sebab hampir 40 persen suplai energi dan minyak bumi dunia melalui jalan air tepat di mulut Teluk Persia ini. Pasukan AL, AU dan AD ikut berpartisipasi dalam latihan perang dengan sandi “Rasulullah yang Mulia” pada April 2006. Latihan perang ini memperlihatkan kecanggihan kapal berkecepatan tinggi yang dinamakan “Ya Mahdi”. Selain itu, sebanyak 313 kapal boat dengan kemampuan menembakkan roket dan rudal, ikut berpartisipasi dalam latihan ini .
Latihan perang di perairan Nilgun, Teluk Persia, di propinsi Bushehr, Iran Selatan ini memperagakan proyek-proyek peluncur rudal, pencegatan dan penghancuran kapal-kapal musuh buatan oleh regu-regu penyelam mandiri, kapal-kapal pengebom, dan regu-regu pengebom dari pantai ke darat. Sekaligus juga memperagakan operasi penyediaan jalur hubungan internal, operasi perlawanan terhadap perang mental secara masif dari pihak musuh, operasi militer serangan dari permukaan terhadap kapal-kapal musuh, operasi penangkalan serangan udara, dan operasi penebaran ranjau di jalur-jalur musuh. Manuver militer dimulai sejak 31 Maret 2006 dengan peluncuran rudal Shahab 2 buatan Iran dan berlanjut sampai 6 April 2006. Manuver ini melibatkan 17,000 pasukan dari Kolonel Garda Revolusi Islam (IRGC), Angkatan Bersenjata, dan Pasukan Relawan (Basij) serta mengerahkan sekitar 1500 unit kapal pengebom, jet pemburu, helikopter militer, dan perlengkapan rudal . Pasukan Garda Republik (Pasdaran) Iran berhasil melakukan ujicoba atas rudal balistik terbarunya dalam latihan perang laut hari kedua. Rudal balistik terbaru bernama “Kautsar” yang diproduksi di dalam negeri itu memiliki kemampuan untuk diarahkan menuju sejumlah sasaran dalam waktu yang bersamaan. Selain itu, rudal tersebut juga tidak akan terdeteksi radar. Dalam latihan militer tersebut, pasukan gabungan Republik Islam Iran juga berhasil menembak jatuh pesawat pengintai tanpa awak milik musuh bayangan dengan senjata otomatis anti serangan udara.
Republik Islam Iran berhasil melakukan ujicoba sebuah torpedo bawah permukaan air yang mampu melaju dengan kecepatan 100 meter perdetik. Ujicoba tersebut berhasil dilakukan di hari ketiga. Rudal jenis baru yang diberi nama Hoot ini adalah yang tercepat di dunia, karena selama ini, rudal yang paling cepat di dunia hanya mampu bergerak dengan kecepatan 25 meter perdetik. Hoot mampu membawa hulu ledak berkekuatan besar. Dengan kekuatan besar dan kecepatan seperti itu, dipastikan tidak akan ada kapal induk atau kapal selam yang bisa menghindar dari tembakan rudal ini. Hanya ada dua negara di dunia yang mampu memproduksi rudal bawah air tersebut. Sejumlah kalangan mencurigai keterlibatan Rusia karena rudal bawah laut supercepat buatan Iran itu dianggap mirip dengan VA-111 Shkval buatan Rusia. Selain itu, ujicoba rudal Fajr-3 juga sukses dilakukan oleh Pasukan Garda Revolusi Iran dalam latihan perang di kawasan selatan Iran tersebut. Pasukan Garda Revolusi (Pasdaran) Iran berhasil melakukan ujicoba ketiga atas rudal super modern yang bisa ditembakan dari udara ke kawasan perairan di hari Keenam Latihan. Rudal yang diberi nama “Noor” itu mampu ditembakkan dari segala jenis pesawat perang, baik itu berupa helikopter maupun pesawat tempur. Hal tersebut dikatakan sebagai salah satu spesifikasi penting teknologi pertahanan perang Iran.
D. Hubungan Antara Perkembangan Militer dan Perkembangan Ekonomi
Iran adalah negara yang diembargo secara militer oleh negara-negar Barat, khusunya amerika serikat. Hal ini dimulai ketika Iran berhasil menumbangkan kekuasaan Reza Pahlevi dan membentuk pemerintahan Republik Islam Iran dibawah kepemimpinan Ayatollah Khomeini. Tapi, Iran telah menjadi negara yang maju dan diluar perkiraan Barat, bahwa Iran akan segera runtuh. Berbekal sikap mandiri, beragam embargo yang telah puluhan tahun diberlakukan kepada Iran justru memberikan dampak positif yang sangat luar biasa. Dalam hal militer, Iran merupakan militer yang disegani di wilayah Persia dan timur tengah. Militer yang berhasil memberikan efek detterence terhadap Amerika Serikat dan Israel dan tidak dapat digertak dengan ancaman apapun. Kementerian pertahanan Iran mampu merancang, memproduksi dan memasok berbagai jenis persenjataan untuk militer dalam negeri, dan mengatakan bahwa para staf kementerian yang berpengalaman mampu untuk memasok segala hal yang dibutuhkan oleh angkatan laut, angkatan udara dan angkatan darat, dan semuanya dibuat sendiri. Tekanan dari negara-negara Barat menyebabkan Iran semakin berkembang dalam bidang politik, ekonomi, militer dan pertahanan negara.
Kemajuan yang dicapai Iran dalam teknologi pertahanan dan militernya tidak bisa diingkari oleh siapapun. Kemajuan pesat teknologi pertahanan dan militer Iran tersebut terlihat secara jelas dari keberhasilan angkatan bersenjata Iran dalam melakukan ujicoba atas berbagai produk senjata modern Iran. Rudal Kowsar, Noor, dan terpedo Hoot sebagai salah satu contoh jenis senjata produk dalam negeri Iran yang berhasil diujicobakan tersebut. Keberhasilan Iran dalam ujicoba senjata-senjata super canggihnya itu diliput secara meluas oleh media-media internasional dan mendapatkan tanggapan yang beragam. Komandan Umum Pasukan Garda Revolusi Islam Iran, Jenderal Sayid Yahya Safavi mengatakan bahwa AS dan kekuatan lintas regional lainnya harus menghentikan segala macam konspirasi anti Iran yang selalu mereka gelar. Mereka juga harus mengakui bahwa Iran sudah menjelma menjadi satu kekuatan militer yang besar di kawasan. Hal ini tentu semakin mempertegas kekuatan dan posisi strategis Iran di pentas dunia. Berkembangnya kekuatan militer Iran tidak lepas dari pengaruh perkembangan Iran di bidang lainnya, seperti ekonomi dan pendidikan.
Iran telah mengalami perkembangan pesat di bidang sains dan teknologi, keunggunalannya bahkan melebih Mesir dan Turki. Pengembangan teknologi adalah faktor penting yang akan memicu kemajuan ekonomi dan akan meningkatkan daya saing negara dalam bidang industri barnag dan jasa, hal ini menjadi sangat krusial seiring dengan terbukanya pasar dunia. Iran berusaha membendung intervensi kapitalisme dengan menyatakan bahwa Iran bergantung pada produksi bensin dalam negeri yang dimulai pada tahun 2006. Teheran sepenuhnya akan bergantung pada produk bensin lokal sebagai pengganti produk impor yang dianggap dapat membahayakan konsumsi lokal. Amerika Serikat sebagai negara adidaya menggunakan alasan pengadaan senjata nuklir Iran untuk menentang proyek pembangunan pipa sepanjang 2600 km yang menghubungkan Iran, Pakistan, dan India. Hal ini merupakan salah satu bentuk gangguan AS dalam pengembangan ekonomi Iran. AS menolak dengan tegas proyek pipanisasi tersebut karena Iran ikut ambil bagian di dalamnya. Iran yang memiliki cadangan gas alam terbesar kedua di dunia tidak mempedulikan AS dan tetap merealisasikan kesepakatan pelaksanaan proyek tersebut pada Juni 2006 .
Bentuk sikap keras Iran tehadap AS yang lainnya terlihat dari pernyataan presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad, yang dilansir CNN pada tanggal 19 April 2010. Ahmadinejad mengklaim bahwa Iran sangat kuat sehingga tak ada negara yang berani menyerang. Ahmadinejad juga mencetuskan dengan tegas bahwa PBB dan Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) tidak efektif karena didominasi oleh beberapa negara. Ketua Parlemen Iran Ali Larijani bahkan menyatakan bahwa Iran saat ini tinggal di pasca era Amerika Serikat dan dengan lantang meneriakkan kematian untuk Amerika . Selain itu, Iran bahkan berani menyatakan bahwa negara-negara barat sekarang merendahkan diri di hadapan kebesaran militer Iran dan tidak berani menyerang Republik Islam itu. Iran berani memberikan pernyataan demikian karena Iran memiliki kekuatan militer yang hebat dan mampu melindungi Iran dari berbagai serangan. Oleh sebab itu, embargo dalam bentuk apapun, termasuk ekonomi, tidak akan mampu menjatuhkan Iran jika Iran masih tetap memiliki kekuatan militer sebagai deterrence dan bargaining power.

REFERENSI

AD Iran Gelar Manuver Taktik. Diakses dari http://Indonesian.irib.ir.
Ahmadinejad Bangga Kekuatan Militer Iran. Diakses dari http://www.inilah.com.
Alcaff, Muhammad. 2008. Perang Nuklir? Jakarta: Zahra Publishing House.
Angkatan Laut Iran gelar latihan di perairan Teluk. Diakses dari http://waspada.co.id.
AS tidak Dapat Gertak Iran. Diakses dari http://www.mediaindonesia.com.
Dody Aviantara. Angkasa Telisik Kekuatan Udara Iran. Diakses dari http://www.angkasa-online.com.
El-Gogary, Adel. 2006. The Nuclear Savior of Tehran. Depok: Pustaka Ilman.
Eric Margolis. Fakta Tentang Militer Iran & Israel. Diakses dari http://cwsgading.com.
Iran Mulai Latihan Perang di Teluk. Diakses dari http://www.suarakarya-online.com.
Militer Iran Mulai Latihan Perang di Teluk Persia. Diakses dari http://www.irib.ir.
Peningkatan Kekuatan Militer Iran. Diakses dari http://internasional.okezone.com.
Tambah Kuat, Militer Iran Siap Bela Negara? Diakses dari http://www.suaramedia.com.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar